CURHATAN SAHABAT
Gw punya temen dy pernah curhat sama gw... curhatannya jadiin inspirasi gw. Bilang aja namanya barbie, dia pernah jadian selama 1 tahun 5 bulan sama seorang cowo manis, baik dan rajin beribadah. Sebut aja namanya patrik, dia selalu nelpon barbie, apalagi kalau waktu shalat tiba dia selalu ngingetin barbie untuk shalat. Selain itu, kalau barbie sakit pasti dy nanya udah minum obat atau belom? Sampai – sampai saat patrik sakit pun ia minta didoain semoga cepet sembuh.
Suatu ketika barbie mencurigai tingkah laku patrik yang mengganjal yang biasanya patrik ga pernah lakuin sekarang dy lakuin. Dalam hati barbie bertanya “ ada apa dengan patrik ??? “. Akhirnya barbie mempunya sahabat sebut saja namanya lia, lia menceritakan apa yang sebenernya terjadi selama ini. Lia sengaja tidak menceritakan kepada barbie selama ini karena ia tidak ingin klo barbie sakit hati.
Setelah lia menceritakan semuanya apa yang terjadi selama ini, barbie pun merasa dibohongin oleh patrik, di pikiranya sekarang kenapa sih ga ngomong jujur aja?kalau ngomong dari awal kan gw bisa mundur,dari pada maen dibelakang gw..... ???”. Barbie pun berfikir untuk minta tolong kepada lia agar menceritakan semuanya yang lia tau tentang patrik selama ini. Tapi lia mewanti kepada barbie agar tidak berubah sikapnya setelah mendengar semua cerita yang terjadi selama 1 tahun ini. Benar saja apa yang dirasa kan barbie selama ini, ternyata patrik sudah membohongi barbie dan maen dibelakang dengan menjalin hubungan dengan orang lain.
Barbie pun sangaaatttt kecewa mendengar ceritanya, akhirnya barbie menannyakan langsung kepada patrik apakah benar yang di kata kan lia selama ini? Alhasil yang didapat setelah dipaksa untuk jujur ternyata benar kalu patrik selama ini membohongi dirinya. Walu saat ini patrik sudah tidak berhubungam lagi dengan wanita itu perasaan barbie tidak bisa dibohongi kalu ia sangat kecewa telah dibohongi oleh dy. Akhirnya, Patrik menjelaskan semuanya kepada barbie dari awal hingga akhir semuanya. Entah kenapa barbie masih belum percaya atas apa yang dijelaskan oleh patrik. Hingga akhirnya barbie minta PUTUS sama patrik, tetapi patrik tidak ingin putus dari barbie. Karna sudah sangat kecewa barbie pun tetap mutusin patrik walupun dy tidak mau. Saat itu hati barbie sangat kecewa dengan apa yang dilakukan patrik kepada dirinya, akan tetapi patrik tetap berusaha minta maaf kepada barbie atas semua yang dy lakukan kepadanya dan meminta agar tetap menjalin hubungan dengan dirinya.
Kalau dilihat secara sikap mereka tidak terlihat seperti orang yang sedang dekat, tapi setelah diperhatikan dan di lihat memang mereka dekat antara satu sama lain. Setelah beberapa lama mereka putus dan patrik menceritakan kenapa dy mendua dan menunjukan kalau dy serius ingin balikan lagi, barbie pun memberi kesempatan kepada patrik untuk bisa menjalin hubungan lagi dengan syarat patrik harus menceritakan semuanya kepada ortunya dan menunjukan bahwa ia memang benar – benar ingin menunjukan hal baik dan ingin menjalin hubungan kembali.
Ga tau kenapa setelah beberapa hari, minggu dan bulan berlalu, patrik bisa berubah dan dapat menunjukan kalau dy benar – benar sudah melakukan apa yang diinginkan oleh barbie. Barbie pun melihat semua perubahan yang dialami patrik dan barbie pun memberikan kesempatan kepada patrik untuk kembali bersamanya tetapi kesempatan ini diberikan kepada patrik untuk yang pertama dan terakhir.
Tapi yang jelas sekarang barbie dan patrik sudah jadian lagi dan mereka pun sekarang masing – masing lebih saling terbuka. Mereka sekarang lebih suka curhat – curhat bareng yang belom dilakuin waktu dulu 1 jadian dan menceritakan masalah apa yang sedang mereka alami. Hubungan mereka pun sekarang lebih ceria dan lebih baik.
Tulisan Cinta dan Tips yang Asik
̴ Tipz Cinta ̴
Ambillah selembar kain cinta
lalu bentuk lah pola kasih sayang
potong lah dengan gunting kesabaran
dan obras lah dengan kejujuran,
jahit lah dengan benang kepercayaan
dan jarum ketulusan
kemudian tambah kan kancing kesetiaan dan juga retsleting kemurahan
Maka jadilah …..
“ Baju Yang Penuh Kehangatan “
By : MP
Tips Jadi Anak Emas Yang Asik
Jadi anak yang disukai sama guru ? siapa yang ga mau.. ! tapi kalo suka disirikin temen temen ? tar dulu , ada triknya nich untuk jadi anak emas yang tetap asik, gaul dan disukai semua orang…..
Ada 4 tips sebagai berikut :
a. Pelajari sifat- sifat guru, apa yang mereka sukai dan apa yang mereka tidak suka.
b. Pastikan kita bisa bisa mengambil hati guru tanpa mengorbankan teman – teman.
c. Belajar extra keras kalo kita cerdas dang a pelit bagi – bagi ilmu sama teman yang lain pasti ga ada yang sirik sama kita.
d. Sukses jadi anak emas…
Tapi ini bukan berarti kita jadi sok alim dan sok lurus, tetaplah ceria dan bersikap normal…..
CHAYOOOOOOOOOOOOO………….
By : Komet
Kamis, 09 Juni 2011
Jumat, 18 Maret 2011
surat ucapan selamat
To
Yth. dwi
Jl. Ahmad No. 10
Jakarta
About : Congratulations
Sincerely,
On behalf of colleagues, we congratulate the opening of new offices and showroom in Tebet.
Hopefully the exhibition business continues to grow.
Sincerely,
Mumu
Yth. dwi
Jl. Ahmad No. 10
Jakarta
About : Congratulations
Sincerely,
On behalf of colleagues, we congratulate the opening of new offices and showroom in Tebet.
Hopefully the exhibition business continues to grow.
Sincerely,
Mumu
Toefl History
The Test of English as a Foreign Language, or TOEFL (pronounced /ˈtoʊfəl/ TOH-fəl), evaluates the ability of an individual to use and understand English in an academic setting. It sometimes is an admission requirement for non-native English speakers at many English-speaking colleges and universities. Additionally, institutions such as government agencies, licensing bodies, businesses, or scholarship programs may require this test. A TOEFL score is valid for two years and then will no longer be officially reported since a candidate's language proficiency could have significantly changed since the date of the test. Colleges and universities usually consider only the most recent TOEFL score.
The TOEFL test is a registered trademark of Educational Testing Service (ETS) and is administered worldwide. The test was first administered in 1964 and has since been taken by more than 23 million students. The test was originally developed at the Center for Applied Linguistics under the direction of Stanford University applied linguistics professor Dr. Charles A. Ferguson.
Policies governing the TOEFL program are formulated with advice from a 16-member board. Board members are affiliated with undergraduate and graduate schools, 2-year institutions and public or private agencies with an interest in international education. Other members are specialists in the field of English as a foreign or second language.
The TOEFL Committee of Examiners is composed of 12 specialists in linguistics, language testing, teaching or research. Its main responsibility is to advise on TOEFL test content. The committee helps ensure the test is a valid measure of English language proficiency reflecting current trends and methodologies.
Usually, this test takes about three hours and held in 4 sections, namely sections:
* Listening comprehension,
* Grammatical structure and written expression,
* Reading comprehension, and parts
* Writing.
The value ranging from exam results TOEFL: 310 (minimum) to 677 (maximum value) for the version of the PBT (paper-based test).
Since 1998, the TOEFL test is conducted online using a computer (Computer-based Testing / CBT), and since 2005 called the iBT (Internet-based Test). In places that have not been able to carry out CBT or iBT (because there are no computer facilities and internet networks), the TOEFL test is still conducted manually using paper and pencil (paper-based test or PBT). More information about CBT tests and paper-based TOEFL relating to registration, venue, cost, and test preparation materials can be viewed on the official website of the TOEFL, http://www.toefl.org (CBT version of the TOEFL exam results have value ranges from 0 to 300, while the value for the iBT is from 0 to 120).
Lately organizers also held a kind of TOEFL test TWE (Test of Written Home), which results in value is separate from the TOEFL test scores. This test takes 30 minutes, and participants will be asked to write a short essay that describes the ability of participants to express and translate an idea or ideas, and supporting the idea with the examples found in daily life using the English language standard.
Another type of test is TSEP TOEFL (Test of Spoken Home Program) which is similar to the individual interviews on the IELTS test. They are usually used when we want to register as a teaching assistant or lab assistant (as one way to offset the cost of tuition) in universias in the U.S. (or other countries.) Form of tests conducted orally and lasts for approximately 20 minutes. Implementation time and the deadline for registration together with other TOEFL tests, and costs approximately U.S. $ 100.
Terjemahan :
Tes Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, atau TOEFL, mengevaluasi kemampuan individu untuk menggunakan dan mengerti bahasa Inggris dalam suasana akademis. Kadang-kadang adalah persyaratan untuk bisa masuk penutur non-asli bahasa Inggris di perguruan tinggi banyak yang berbahasa Inggris dan universitas. Selain itu, lembaga-lembaga seperti instansi pemerintah, badan perizinan, bisnis, atau program beasiswa mungkin memerlukan tes ini. Nilai TOEFL berlaku selama dua tahun dan kemudian tidak akan lagi secara resmi dilaporkan sejak kemahiran bahasa kandidat bisa secara signifikan berubah sejak tanggal tes. Sekolah Tinggi dan universitas biasanya mempertimbangkan hanya skor yang paling terbaru TOEFL .
Tes TOEFL adalah merek dagang terdaftar dari Educational Testing Service (ETS) dan diberikan di seluruh dunia. Tes ini pertama kali diberikan pada tahun 1964 dan sejak itu telah diambil oleh lebih dari 23 juta siswa. Tes awalnya dikembangkan di Pusat Linguistik Terapan di bawah arahan dari Stanford University diterapkan profesor linguistik Dr Charles A. Ferguson.
Kebijakan yang mengatur program TOEFL diformulasikan dengan saran dari dewan 16-anggota. Anggota Dewan berafiliasi dengan sekolah sarjana dan pascasarjana, lembaga 2-tahun dan lembaga publik atau swasta dengan bunga di pendidikan internasional. Anggota lain adalah spesialis dalam bidang bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau kedua.
Komite TOEFL Penguji terdiri dari 12 spesialis dalam linguistik, pengujian bahasa, pengajaran atau penelitian. Tanggung jawab utamanya adalah untuk memberi nasehat tentang isi tes TOEFL.
Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:
• listening comprehension,
• grammar structure and written expression,
• reading comprehension, dan bagian
• writing.
Nilai hasil ujian TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test).
Sejak tahun 1998, tes TOEFL ini diadakan secara online dengan menggunakan komputer (Computer-based Testing/CBT), dan sejak tahun 2005 disebut iBT (Internet-based Test). Di tempat-tempat yang belum bisa melaksanakan CBT atau iBT (karena belum ada fasilitas komputer dan jaringan internetnya), ujian TOEFL ini masih tetap diadakan secara manual menggunakan kertas dan potlot (paper-based test atau PBT). Informasi lebih lengkap tentang tes CBT dan paper-based TOEFL berkaitan dengan pendaftaran, lokasi penyelenggaraan, biaya, dan bahan-bahan persiapan tes dapat dilihat di situs resmi TOEFL, (hasil ujian TOEFL versi CBT mempunyai nilai berkisar antara 0 sampai 300, sementara nilai untuk iBT adalah dari 0 sampai 120).
Akhir-akhir ini penyelenggara tes TOEFL juga mengadakan jenis tes TWE (Test of Written English) yang hasil nilainya terpisah dari nilai tes TOEFL. Tes ini memakan waktu selama 30 menit, dan peserta akan diminta untuk menuliskan karangan singkat yang menggambarkan mengenai kemampuan peserta untuk mengekspresikan dan menuangkan suatu gagasan atau ide, serta mendukung gagasan itu dengan contoh-contoh yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris yang standar.
Jenis tes TOEFL yang lain adalah TSEP (Test of Spoken English Program) yang mirip dengan bagian individual interview pada tes IELTS. Tes ini biasanya dipakai kalau kita ingin mendaftar sebagai asisten dosen atau asisten laboratorium (sebagai salah satu cara untuk meringankan biaya kuliah) di universias di AS (atau negara lain). Bentuk tesnya diadakan secara lisan dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Waktu penyelenggaraan dan batas akhir pendaftarannya sama dengan tes TOEFL yang lain, dan biayanya kira-kira sebesar US$100.
Pada era globalosasi & modernisasi sebenarnya penggunan bahasa asing dalam hal ini bahasa inggris sangat diperlukan untuk bisa berkomunikasi dengan warga negara lain yang mungkin sedang berkunjung, berinvestasi dan pertukaran pelajar. Tes Toefl berguna untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa inggris baik lisan maupun tulisan.
Ref :
http://wapedia.mobi/id/TOEFL
http://en.wikipedia.org/wiki/TOEFL
The TOEFL test is a registered trademark of Educational Testing Service (ETS) and is administered worldwide. The test was first administered in 1964 and has since been taken by more than 23 million students. The test was originally developed at the Center for Applied Linguistics under the direction of Stanford University applied linguistics professor Dr. Charles A. Ferguson.
Policies governing the TOEFL program are formulated with advice from a 16-member board. Board members are affiliated with undergraduate and graduate schools, 2-year institutions and public or private agencies with an interest in international education. Other members are specialists in the field of English as a foreign or second language.
The TOEFL Committee of Examiners is composed of 12 specialists in linguistics, language testing, teaching or research. Its main responsibility is to advise on TOEFL test content. The committee helps ensure the test is a valid measure of English language proficiency reflecting current trends and methodologies.
Usually, this test takes about three hours and held in 4 sections, namely sections:
* Listening comprehension,
* Grammatical structure and written expression,
* Reading comprehension, and parts
* Writing.
The value ranging from exam results TOEFL: 310 (minimum) to 677 (maximum value) for the version of the PBT (paper-based test).
Since 1998, the TOEFL test is conducted online using a computer (Computer-based Testing / CBT), and since 2005 called the iBT (Internet-based Test). In places that have not been able to carry out CBT or iBT (because there are no computer facilities and internet networks), the TOEFL test is still conducted manually using paper and pencil (paper-based test or PBT). More information about CBT tests and paper-based TOEFL relating to registration, venue, cost, and test preparation materials can be viewed on the official website of the TOEFL, http://www.toefl.org (CBT version of the TOEFL exam results have value ranges from 0 to 300, while the value for the iBT is from 0 to 120).
Lately organizers also held a kind of TOEFL test TWE (Test of Written Home), which results in value is separate from the TOEFL test scores. This test takes 30 minutes, and participants will be asked to write a short essay that describes the ability of participants to express and translate an idea or ideas, and supporting the idea with the examples found in daily life using the English language standard.
Another type of test is TSEP TOEFL (Test of Spoken Home Program) which is similar to the individual interviews on the IELTS test. They are usually used when we want to register as a teaching assistant or lab assistant (as one way to offset the cost of tuition) in universias in the U.S. (or other countries.) Form of tests conducted orally and lasts for approximately 20 minutes. Implementation time and the deadline for registration together with other TOEFL tests, and costs approximately U.S. $ 100.
Terjemahan :
Tes Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, atau TOEFL, mengevaluasi kemampuan individu untuk menggunakan dan mengerti bahasa Inggris dalam suasana akademis. Kadang-kadang adalah persyaratan untuk bisa masuk penutur non-asli bahasa Inggris di perguruan tinggi banyak yang berbahasa Inggris dan universitas. Selain itu, lembaga-lembaga seperti instansi pemerintah, badan perizinan, bisnis, atau program beasiswa mungkin memerlukan tes ini. Nilai TOEFL berlaku selama dua tahun dan kemudian tidak akan lagi secara resmi dilaporkan sejak kemahiran bahasa kandidat bisa secara signifikan berubah sejak tanggal tes. Sekolah Tinggi dan universitas biasanya mempertimbangkan hanya skor yang paling terbaru TOEFL .
Tes TOEFL adalah merek dagang terdaftar dari Educational Testing Service (ETS) dan diberikan di seluruh dunia. Tes ini pertama kali diberikan pada tahun 1964 dan sejak itu telah diambil oleh lebih dari 23 juta siswa. Tes awalnya dikembangkan di Pusat Linguistik Terapan di bawah arahan dari Stanford University diterapkan profesor linguistik Dr Charles A. Ferguson.
Kebijakan yang mengatur program TOEFL diformulasikan dengan saran dari dewan 16-anggota. Anggota Dewan berafiliasi dengan sekolah sarjana dan pascasarjana, lembaga 2-tahun dan lembaga publik atau swasta dengan bunga di pendidikan internasional. Anggota lain adalah spesialis dalam bidang bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau kedua.
Komite TOEFL Penguji terdiri dari 12 spesialis dalam linguistik, pengujian bahasa, pengajaran atau penelitian. Tanggung jawab utamanya adalah untuk memberi nasehat tentang isi tes TOEFL.
Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:
• listening comprehension,
• grammar structure and written expression,
• reading comprehension, dan bagian
• writing.
Nilai hasil ujian TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test).
Sejak tahun 1998, tes TOEFL ini diadakan secara online dengan menggunakan komputer (Computer-based Testing/CBT), dan sejak tahun 2005 disebut iBT (Internet-based Test). Di tempat-tempat yang belum bisa melaksanakan CBT atau iBT (karena belum ada fasilitas komputer dan jaringan internetnya), ujian TOEFL ini masih tetap diadakan secara manual menggunakan kertas dan potlot (paper-based test atau PBT). Informasi lebih lengkap tentang tes CBT dan paper-based TOEFL berkaitan dengan pendaftaran, lokasi penyelenggaraan, biaya, dan bahan-bahan persiapan tes dapat dilihat di situs resmi TOEFL, (hasil ujian TOEFL versi CBT mempunyai nilai berkisar antara 0 sampai 300, sementara nilai untuk iBT adalah dari 0 sampai 120).
Akhir-akhir ini penyelenggara tes TOEFL juga mengadakan jenis tes TWE (Test of Written English) yang hasil nilainya terpisah dari nilai tes TOEFL. Tes ini memakan waktu selama 30 menit, dan peserta akan diminta untuk menuliskan karangan singkat yang menggambarkan mengenai kemampuan peserta untuk mengekspresikan dan menuangkan suatu gagasan atau ide, serta mendukung gagasan itu dengan contoh-contoh yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris yang standar.
Jenis tes TOEFL yang lain adalah TSEP (Test of Spoken English Program) yang mirip dengan bagian individual interview pada tes IELTS. Tes ini biasanya dipakai kalau kita ingin mendaftar sebagai asisten dosen atau asisten laboratorium (sebagai salah satu cara untuk meringankan biaya kuliah) di universias di AS (atau negara lain). Bentuk tesnya diadakan secara lisan dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Waktu penyelenggaraan dan batas akhir pendaftarannya sama dengan tes TOEFL yang lain, dan biayanya kira-kira sebesar US$100.
Pada era globalosasi & modernisasi sebenarnya penggunan bahasa asing dalam hal ini bahasa inggris sangat diperlukan untuk bisa berkomunikasi dengan warga negara lain yang mungkin sedang berkunjung, berinvestasi dan pertukaran pelajar. Tes Toefl berguna untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa inggris baik lisan maupun tulisan.
Ref :
http://wapedia.mobi/id/TOEFL
http://en.wikipedia.org/wiki/TOEFL
Senin, 03 Januari 2011
Etika Bisnis Pada Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli merupakan pasar dimana terdapat beberapa produsen menguasai pangsa pasar untuk produk tertentu yang sejenis. Produsen yang akan masuk ke dalam pasar oligopoli harus menetapkan harga di bawah para pesaingnya agar produknya mampu bersaing di pasaran. Dalam pasar oligopoli biasanya terdapat persaingan-persaingan tidak sehat yang saling menjatuhkan antar produsen hanya untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya tanpa melihat etika berbisnis satu sama lain.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Jenis-jenis oligopoli juga tidaklah sesederhana yang dipelajari dalam teori-teori ekonomi mikro. Tetapi secara garis besar dapat dibagi 2, yakni kolusif dan tidak kolusif kalau dilihat dari perilakunya, dan dilihat dari penguasaan pasar dapat juga dibagi dua, yakni oligopoli penuh dan parsial. Jenis-jenis oligopoli ini berkaitan pula dengan perilakunya yang akan diuraikan pada bagian kedua. Namun demikian, pengukuran yang agak realistik adalah pengukuran yang digunakan oleh J.S. Bain.
Dalam pengukuran ini terlihat adanya derajat struktur oligopoli.
Perilaku oligopoli tidak dapat digambarkan secara menyeluruh dan umum, tetapi merupakan teori-teori khusus yang menggambarkan perilaku untuk mencapai tujuannya (kinerja industri). Kesulitan pertama karena adanya indeterminate, yakni tidak ada titik keseimbangan yang deterministik. Beberapa teori yang diuraikan tadi adalah sekadar ilustrasi bagaimana berbagai teori itu disusun dan dirumuskan dengan asumsi-asumsinya masing-masing. Setiap pengritik, akan melihat bahwa kelemahan-kelemahan teori itu terletak pada asumsi-asumsinya.
Para ahli organisasi industri bertolak dari struktur telah mencoba melakukan kajian tentang perilaku industri oligopoli yang kolusif, yakni model pimpinan harga. Hal ini pun masih dibagi lagi atas tiga tipe, yakni tipe yang mempunyai biaya rendah, perusahaan yang dominan, dan barometrik. Teori ini menganggap bahwa perusahaan yang berskala besar mengetahui seluruh biaya perusahaan dan permintaan pasar. Semakin rendah tingkat harga semakin besar bagian kebutuhan pasar yang dapat dipasok oleh perusahaan yang berskala besar.
Selanjutnya, Bain telah menyusun teori harga-batas, yakni suatu industri akan melakukan rintangan masuk melalui permainan tingkat harga. Jika harga diturunkan, produksi meningkat dan pendatang baru akan tidak jadi masuk industri, tetapi pada suatu waktu industri ini dapat mengurangi produksi dan memperoleh laba abnormal dan hail ini menarik untuk entry. Kalau akan ada entry, mereka gunakan entry-gap.
Teori-teori marjinal mendapat kritik, terutama dari Hall dan Hitch. Atas penelitian yang dilakukannya maka perusahaan tidak menggunakan analisis biaya marjinal dan hasil marjinal, tetapi menentukan biaya rata-rata. Dengan biaya rata-rata ini berkembang pula teori mark-up, yakni biaya variabel rata-rata ditambah dengan persentase tertentu untuk keuntungan. Keuntungan ini dapat bersifat bruto maupun neto.
Ref :
http://massofa.wordpress.com/2008/03/04/struktur-pasar-oligopoli/
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Jenis-jenis oligopoli juga tidaklah sesederhana yang dipelajari dalam teori-teori ekonomi mikro. Tetapi secara garis besar dapat dibagi 2, yakni kolusif dan tidak kolusif kalau dilihat dari perilakunya, dan dilihat dari penguasaan pasar dapat juga dibagi dua, yakni oligopoli penuh dan parsial. Jenis-jenis oligopoli ini berkaitan pula dengan perilakunya yang akan diuraikan pada bagian kedua. Namun demikian, pengukuran yang agak realistik adalah pengukuran yang digunakan oleh J.S. Bain.
Dalam pengukuran ini terlihat adanya derajat struktur oligopoli.
Perilaku oligopoli tidak dapat digambarkan secara menyeluruh dan umum, tetapi merupakan teori-teori khusus yang menggambarkan perilaku untuk mencapai tujuannya (kinerja industri). Kesulitan pertama karena adanya indeterminate, yakni tidak ada titik keseimbangan yang deterministik. Beberapa teori yang diuraikan tadi adalah sekadar ilustrasi bagaimana berbagai teori itu disusun dan dirumuskan dengan asumsi-asumsinya masing-masing. Setiap pengritik, akan melihat bahwa kelemahan-kelemahan teori itu terletak pada asumsi-asumsinya.
Para ahli organisasi industri bertolak dari struktur telah mencoba melakukan kajian tentang perilaku industri oligopoli yang kolusif, yakni model pimpinan harga. Hal ini pun masih dibagi lagi atas tiga tipe, yakni tipe yang mempunyai biaya rendah, perusahaan yang dominan, dan barometrik. Teori ini menganggap bahwa perusahaan yang berskala besar mengetahui seluruh biaya perusahaan dan permintaan pasar. Semakin rendah tingkat harga semakin besar bagian kebutuhan pasar yang dapat dipasok oleh perusahaan yang berskala besar.
Selanjutnya, Bain telah menyusun teori harga-batas, yakni suatu industri akan melakukan rintangan masuk melalui permainan tingkat harga. Jika harga diturunkan, produksi meningkat dan pendatang baru akan tidak jadi masuk industri, tetapi pada suatu waktu industri ini dapat mengurangi produksi dan memperoleh laba abnormal dan hail ini menarik untuk entry. Kalau akan ada entry, mereka gunakan entry-gap.
Teori-teori marjinal mendapat kritik, terutama dari Hall dan Hitch. Atas penelitian yang dilakukannya maka perusahaan tidak menggunakan analisis biaya marjinal dan hasil marjinal, tetapi menentukan biaya rata-rata. Dengan biaya rata-rata ini berkembang pula teori mark-up, yakni biaya variabel rata-rata ditambah dengan persentase tertentu untuk keuntungan. Keuntungan ini dapat bersifat bruto maupun neto.
Ref :
http://massofa.wordpress.com/2008/03/04/struktur-pasar-oligopoli/
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli
Etika Bisnis Pada Pasar Persaingan Sempurna
Kalau melihat kondisi pasar perdagangan internasional saat ini, metamorfosis pasar diperkirakan akan menuju ke arah suatu bentuk pasar “free market competition”.
Free market competitions atau yang biasa kita kenal dengan pasar bebas, merupakan pasar dimana didalamnya tidak ada unsur intervensi (campur tangan) dari pemerintah.
Mekanisme pasar atau tarik ulur antara demand dan supply adalah yang mendasari berjalannya transaksi pasar. Dalam free market competitions biasanya bentuk pasar adalah pasar persaingan sempurna. Melihat kondisi pasar perdagangan internasional sekarang ini, metamorfosis pasar diperkirakan akan menuju ke arah suatu bentuk pasar “free market competition”. Karena pasar bebas merupakan bentuk pasar yang paling adil.
Berbicara mengenai pasar (market), lebih dahulu harus kita kerucutkan apa itu definisi dari pasar Pasar secara umum diartikan sebagai tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Namun, inti dari pasar itu sendiri adalah transaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli. Jadi pasar dapat terbentuk bukan hanya dari bentuk riil pasar itu sendiri, tapi proses transaksi yang ada didalamnya. Kalau begitu, di rumah pun dapat terbentuk pasar, bahkan juga di dunia maya seperti internet karena pasar (market) pada intinya adalah mekanisme pertukaran antara uang dengan barang.
Ada dua etika yang harus di pegang oleh para pelaku pasar agar pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness, yaitu :
Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium. Teori ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik pertemuan antara demand dan supply. Dalam etika pasar islami, ekuiblirium diartikan sebagai titik pertemuan persamaan hak antara pembeli dan penjual. Hak yang seperti apa Hak pembeli untuk mendapatkan barang dan hak penjual untuk mendapatkan uang yang sepantasnya dari barang yang dijualnya. Dalam konteks hak ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak harus terpenuhi terlebih dahulu, kewajiban bagi penjual untuk membuat produk yang berkualitas dan bermanfaat dan bagi pembeli untuk membayar uang yang sepantasnya sebagai pengganti harga barang yang dibelinya.
Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual. Dapat diartikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan penawaran barang oleh penjual sebagai bentuk ta’awun atau lebih keren kita sebut sebagai bertemunya need dan order. Bertemunya dua hal ini, menjadikan barang yang ditransaksikan membawa manfaat, dan menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.
Free market competition sebagai bentuk pasar persaingan sempurna, tanpa adanya intervensi pemerintah dan diperkirakan merupakan bentuk pasar yang paling adil ini mampukah membawa kemaslahatan bagi ummat Jawabanya kontroversi, bagi yang pro, pasar bebas akan membawa kemaslahatan, dengan argumen pasar bebas merupakan pasar yang paling adil. Pasar dalam Islam sendiri, memiliki kecenderungan ke arah pasar bebas dengan persaingan sempurna.
Walaupun Islam juga mengatur tentang intervensi pasar, tetapi hanya sebatas ketika terjadi ketidak sempurnaan pasar dan ada oknum-oknum yang menyebabkan persaingan penjadi tidak fair. Oleh karenannya, agar pasar terdorong ke arah pemusatan maslahah ummat, etika-etika bisnis harus dipegang dan diaplikasikan secara nyata oleh pelaku pasar. Selain itu, setiap negara telah mempersiapkan SDM yang berkualitas yang siap berkompetisi.
Dalam persaingan pasar sempurna juga memerlukan etika bisnis didalamnya, apa lagi melihat kondisi pasar perdagangan internasional saat ini. Ada 2 etika yang harus diberlakukan dalam persaingan sempurna yaitu Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium dan Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual.
Ref : http://maskhuzam.wordpress.com/2009/04/02/etika-pasar-bebas/
Free market competitions atau yang biasa kita kenal dengan pasar bebas, merupakan pasar dimana didalamnya tidak ada unsur intervensi (campur tangan) dari pemerintah.
Mekanisme pasar atau tarik ulur antara demand dan supply adalah yang mendasari berjalannya transaksi pasar. Dalam free market competitions biasanya bentuk pasar adalah pasar persaingan sempurna. Melihat kondisi pasar perdagangan internasional sekarang ini, metamorfosis pasar diperkirakan akan menuju ke arah suatu bentuk pasar “free market competition”. Karena pasar bebas merupakan bentuk pasar yang paling adil.
Berbicara mengenai pasar (market), lebih dahulu harus kita kerucutkan apa itu definisi dari pasar Pasar secara umum diartikan sebagai tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Namun, inti dari pasar itu sendiri adalah transaksi yang terjadi antara penjual dan pembeli. Jadi pasar dapat terbentuk bukan hanya dari bentuk riil pasar itu sendiri, tapi proses transaksi yang ada didalamnya. Kalau begitu, di rumah pun dapat terbentuk pasar, bahkan juga di dunia maya seperti internet karena pasar (market) pada intinya adalah mekanisme pertukaran antara uang dengan barang.
Ada dua etika yang harus di pegang oleh para pelaku pasar agar pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness, yaitu :
Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium. Teori ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik pertemuan antara demand dan supply. Dalam etika pasar islami, ekuiblirium diartikan sebagai titik pertemuan persamaan hak antara pembeli dan penjual. Hak yang seperti apa Hak pembeli untuk mendapatkan barang dan hak penjual untuk mendapatkan uang yang sepantasnya dari barang yang dijualnya. Dalam konteks hak ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak harus terpenuhi terlebih dahulu, kewajiban bagi penjual untuk membuat produk yang berkualitas dan bermanfaat dan bagi pembeli untuk membayar uang yang sepantasnya sebagai pengganti harga barang yang dibelinya.
Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual. Dapat diartikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan penawaran barang oleh penjual sebagai bentuk ta’awun atau lebih keren kita sebut sebagai bertemunya need dan order. Bertemunya dua hal ini, menjadikan barang yang ditransaksikan membawa manfaat, dan menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.
Free market competition sebagai bentuk pasar persaingan sempurna, tanpa adanya intervensi pemerintah dan diperkirakan merupakan bentuk pasar yang paling adil ini mampukah membawa kemaslahatan bagi ummat Jawabanya kontroversi, bagi yang pro, pasar bebas akan membawa kemaslahatan, dengan argumen pasar bebas merupakan pasar yang paling adil. Pasar dalam Islam sendiri, memiliki kecenderungan ke arah pasar bebas dengan persaingan sempurna.
Walaupun Islam juga mengatur tentang intervensi pasar, tetapi hanya sebatas ketika terjadi ketidak sempurnaan pasar dan ada oknum-oknum yang menyebabkan persaingan penjadi tidak fair. Oleh karenannya, agar pasar terdorong ke arah pemusatan maslahah ummat, etika-etika bisnis harus dipegang dan diaplikasikan secara nyata oleh pelaku pasar. Selain itu, setiap negara telah mempersiapkan SDM yang berkualitas yang siap berkompetisi.
Dalam persaingan pasar sempurna juga memerlukan etika bisnis didalamnya, apa lagi melihat kondisi pasar perdagangan internasional saat ini. Ada 2 etika yang harus diberlakukan dalam persaingan sempurna yaitu Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium dan Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual.
Ref : http://maskhuzam.wordpress.com/2009/04/02/etika-pasar-bebas/
Kamis, 16 Desember 2010
Hubungan Pasar Bebas dengan Etika Bisnis
Pasar bebas adalah suatu pasar dimana harga barang-barang dan jasa disusun secara lengkap oleh ketidak saling memaksa yang disetujui oleh para penjual dan pembeli, ditetapkan pada umumnya oleh hukum penawaran dan permintaan dengan tanpa campur tangan pemerintah dalam regulasi harga, penawaran dan permintaan.
Perdagangan Internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semuha hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.
Dari usaha membuat penilaian terhadap efisiensi system pasar bebas perlu
diperhatikan 3 hal :
1. Ciri – ciri system pasar bebas
2. Kritik – kritik terhadap system pasar bebas
3. Pendekatan teori dalam menerangkan pola kegiatan dalam suatu perekonomian pasar bebas
Pada dasarnya dalam membuat penilaian keatas efisiensi system pasar bebas dari peranan pemerintah dalam memperbaiki system pasar bebas sehingga ia dapat beroperasi lebih ideal yaitu dapat mengembangkan ekonomi dan pada waktu yang sama meningkatkan kemakmuran untuk seluruh masyarakat.
Untuk memahami operasi dari suatu system pasar bebas perlu dilihat bagaimana system tersebut menyelesaikan masalah “apa, bagaimana dan untuk apa “ dan juga bagaimana system itu membuat penyesuaian terhadap berbagai perubahan yang berlaku diberbagai pasar dalam perekonomian. Dalam memenuhi kebutuhan itu perlulah dilihat interaksi yang berlaku dipasar barang dan pasar factor produksi melalui analisis keseimbangan sebagian dan analisis keseimbangan umum.
Dalam analisis keseimbangan dtunjukan bagaimana perubahan keadaan disesuatu pasar barang akan mempengaruhi pasar factor barang tersebut. Sedangkan analisis keseimbangan umum menerangkan hubungan saling mempengaruhi dari berbagai barang dipasar barang dan dipasar factor.
Kebaikan pasar bebasa meliputi aspek – aspek berikut :
1. Secara teori diharapkan factor – factor produksi akan digunakan secara optimal karena bersifat produktif dan alokatif. Efisiensi ini menyebabkan kesejahteraan masyarakat dapat dimaksimumkan.
2. Apabila terjadi perubahan dalam perekonomian, pasar bebas dapat melakukan penyesuaian dengan cepat dan kegiatan ekonomi tetap dapat beroperasi dengan baik.
3. Sebagai akibat dari tercapainya ekonomi yang lebih cepat dalam jangka pendek dan jangka panjang.
4. Pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainnya.
Disamping itu sejak lama ahli - ahli ekonomi telah melihat beberapa kelemahan berikut dari system pasar bebas :
a. Operasinya dapat menimbulkan beberapa efek external yang negative.
b. Dalam system tersebut barang public kurang diproduksikan, sedangkan barang merit biayanya sangat tinggi dan tidak menguntungkan masyarakat.
c. Dalam jangka panjang mekanisme pasar cenderung mewujudkan kekuasaan monopoli oleh perusahaan tersebut.
d. Distribusi pendapatan cenderung untuk menjadi semakin buruk.
e. Ada kalanya penyesuaian yang diharapkan tidak berlaku dan sebagai akibatnya masalah yang timbul semakin buruk.
Peran Pemerintah dalam Pasar Bebas
Untuk mengatasi kelemahan tersebut pemerintah perlu campur tangan dalam system pasar bebas. Campur tangan tersebut dapat dibedakan pada 3 bentuk :
a. Menciptakan undang – undang dan peraturan yang bertujuan agar kelemahan system pasar bebas dihindari dan operasi ekonomi serta persaingan menjadi efisien.
b. menjalankan sendiri beberapa kegiatan ekonomi. Bidang – bidang dimana pemerintah terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi adalah :
1. menghasilkan barnag public
2. menghasilkan barang merit yang baik
3. jalankan sendiri perusahaan – perusahaan yang penting artinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
c. Bentuk lain campur tangan pemerintah adalah menjalankan :
1. Kebijakan fiscal yaitu membuat perubahan dalam pajak dan belanja pemerintah
2. Kebijakan moneter yaitu mengatur pertambahan penawaran uang dan mempengaruhi penentuan suku bunga dalam perekonomian.
Campur tangan melalui kedua – duanya kebijakan ini adalah untuk meningkatkan kegiatan ekonomi, mempercepat pertumbuhan , meningkatkan kemakmuran dan menyamaratakan pendapatan masyarakat.
Hubungannya dengan etika bisnis yaitu sangat berkaitan karena dalam pasar bebas diperlukan etika bisnis yang baik agar kegitan pasar bebas dapat berjalan dijalurnya tanpa ada human error dan tindak kejahatan yang mungkin terjadi.
Etika bisnis penting karena pasar bebas tempat bertemunya banyak perusahaan sehingga harus benar – benar menjaga kode etik perusahaan agar tidak mempermalukan perusahaan. Dalam pasar bebas juga perlu adanya campur tangan pemerintah jika pasar bebas tersendat dan tidak berjalan dengan semestinya karena pemerintah dapat menengahi keadaan dengan kebijakan – kebijakan yang dimiliki.
Referensi :
Sadono sukirno. 2010, Edisi Ketiga, Mikro Ekonomi Teori Pengantar
http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/tantangan_pasar_bebas_indonesia
http://community.gunadarma.ac.id/user/blogs/view/name_esapunya14/id_8995/title_perdagangan-bebas-di-indonesia/
Perdagangan Internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semuha hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.
Dari usaha membuat penilaian terhadap efisiensi system pasar bebas perlu
diperhatikan 3 hal :
1. Ciri – ciri system pasar bebas
2. Kritik – kritik terhadap system pasar bebas
3. Pendekatan teori dalam menerangkan pola kegiatan dalam suatu perekonomian pasar bebas
Pada dasarnya dalam membuat penilaian keatas efisiensi system pasar bebas dari peranan pemerintah dalam memperbaiki system pasar bebas sehingga ia dapat beroperasi lebih ideal yaitu dapat mengembangkan ekonomi dan pada waktu yang sama meningkatkan kemakmuran untuk seluruh masyarakat.
Untuk memahami operasi dari suatu system pasar bebas perlu dilihat bagaimana system tersebut menyelesaikan masalah “apa, bagaimana dan untuk apa “ dan juga bagaimana system itu membuat penyesuaian terhadap berbagai perubahan yang berlaku diberbagai pasar dalam perekonomian. Dalam memenuhi kebutuhan itu perlulah dilihat interaksi yang berlaku dipasar barang dan pasar factor produksi melalui analisis keseimbangan sebagian dan analisis keseimbangan umum.
Dalam analisis keseimbangan dtunjukan bagaimana perubahan keadaan disesuatu pasar barang akan mempengaruhi pasar factor barang tersebut. Sedangkan analisis keseimbangan umum menerangkan hubungan saling mempengaruhi dari berbagai barang dipasar barang dan dipasar factor.
Kebaikan pasar bebasa meliputi aspek – aspek berikut :
1. Secara teori diharapkan factor – factor produksi akan digunakan secara optimal karena bersifat produktif dan alokatif. Efisiensi ini menyebabkan kesejahteraan masyarakat dapat dimaksimumkan.
2. Apabila terjadi perubahan dalam perekonomian, pasar bebas dapat melakukan penyesuaian dengan cepat dan kegiatan ekonomi tetap dapat beroperasi dengan baik.
3. Sebagai akibat dari tercapainya ekonomi yang lebih cepat dalam jangka pendek dan jangka panjang.
4. Pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainnya.
Disamping itu sejak lama ahli - ahli ekonomi telah melihat beberapa kelemahan berikut dari system pasar bebas :
a. Operasinya dapat menimbulkan beberapa efek external yang negative.
b. Dalam system tersebut barang public kurang diproduksikan, sedangkan barang merit biayanya sangat tinggi dan tidak menguntungkan masyarakat.
c. Dalam jangka panjang mekanisme pasar cenderung mewujudkan kekuasaan monopoli oleh perusahaan tersebut.
d. Distribusi pendapatan cenderung untuk menjadi semakin buruk.
e. Ada kalanya penyesuaian yang diharapkan tidak berlaku dan sebagai akibatnya masalah yang timbul semakin buruk.
Peran Pemerintah dalam Pasar Bebas
Untuk mengatasi kelemahan tersebut pemerintah perlu campur tangan dalam system pasar bebas. Campur tangan tersebut dapat dibedakan pada 3 bentuk :
a. Menciptakan undang – undang dan peraturan yang bertujuan agar kelemahan system pasar bebas dihindari dan operasi ekonomi serta persaingan menjadi efisien.
b. menjalankan sendiri beberapa kegiatan ekonomi. Bidang – bidang dimana pemerintah terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi adalah :
1. menghasilkan barnag public
2. menghasilkan barang merit yang baik
3. jalankan sendiri perusahaan – perusahaan yang penting artinya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
c. Bentuk lain campur tangan pemerintah adalah menjalankan :
1. Kebijakan fiscal yaitu membuat perubahan dalam pajak dan belanja pemerintah
2. Kebijakan moneter yaitu mengatur pertambahan penawaran uang dan mempengaruhi penentuan suku bunga dalam perekonomian.
Campur tangan melalui kedua – duanya kebijakan ini adalah untuk meningkatkan kegiatan ekonomi, mempercepat pertumbuhan , meningkatkan kemakmuran dan menyamaratakan pendapatan masyarakat.
Hubungannya dengan etika bisnis yaitu sangat berkaitan karena dalam pasar bebas diperlukan etika bisnis yang baik agar kegitan pasar bebas dapat berjalan dijalurnya tanpa ada human error dan tindak kejahatan yang mungkin terjadi.
Etika bisnis penting karena pasar bebas tempat bertemunya banyak perusahaan sehingga harus benar – benar menjaga kode etik perusahaan agar tidak mempermalukan perusahaan. Dalam pasar bebas juga perlu adanya campur tangan pemerintah jika pasar bebas tersendat dan tidak berjalan dengan semestinya karena pemerintah dapat menengahi keadaan dengan kebijakan – kebijakan yang dimiliki.
Referensi :
Sadono sukirno. 2010, Edisi Ketiga, Mikro Ekonomi Teori Pengantar
http://ekonomi-indonesia-bisnis.infogue.com/tantangan_pasar_bebas_indonesia
http://community.gunadarma.ac.id/user/blogs/view/name_esapunya14/id_8995/title_perdagangan-bebas-di-indonesia/
Kamis, 25 November 2010
Konflik yang Terjadi di Perusahaan Vs Masyarakat
Perusahaan manapun pasti pernah mengalami konflik internal. Mulai dari derajat dan lingkup konflik yang kecil sampai yang besar. Yang relatif kecil seperti masalah adu mulut tentang pribadi antarkaryawan, sampai yang relatif besar seperti beda pandangan tentang strategi bisnis di kalangan manajemen. Secara kasat mata kita bisa ikuti berita sehari-hari di berbagai media. Disitu tampak konflik dalam bentuk demonstrasi dan pemogokan. Apakah hal itu karena tuntutan besarnya kompensasi, kesejahteraan, keadilan promosi karir, ataukah karena tuntutan hak asasi manusia karyawan.
Konflik itu sendiri merupakan proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif atau akan segera mempengaruhi secara negatif.
Faktor-faktor kondisi konflik (Robbins, Sthepen ,2003, Perilaku Organisasi):
• Harus dirasakan oleh pihak terkait
• Merupakan masalah persepsi
• Ada oposisi atau ketidakcocokan tujuan, perbedaan dalam penafsiran fakta, ketidaksepakatan pada pengharapan perilaku
• Interaksi negatif-bersilangan
• Ada peringkat konflik dari kekerasan sampai lunak.
Menurut Baden Eunson (Conflict Management, 2007,diadaptasi), terdapat beragam jenis konflik:
• Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki,seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan penyelia dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumberdaya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, manajemen kompensasi dan karir.
• Konflik Horisontal, yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan. Contoh bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok, tentang alokasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya, dan pemasaran.
• Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang akhli dan teknologi yang tepat.
• Konflik peran berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. Konflik bisa terjadi antarkaryawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan, pihak karyawan memiliki lebih dari seorang manajer, dan sistem koordinasi yang tidak jelas.
Dari semua konflik diatas dapat disimpulkan bahwa Konflik adalah suatu perbedaan asumsi, pendapat, sudut pandang dan persepsi mengenai hal tertentu yang berujung munculnya gesekan atau perselisihan bahkan bisa menyebabkan pertengkaran ( perang ).
Contoh Konflik :
Sengketa Tanah PT Tanjung Redep Hutani dengan Masyarakat maupun Pemerintah Daerah.
Latar belakang :
• Masyarakat manganggap tanah tersebut milik nenek moyang mereka
• Penyerobotan lahan dengan alasan untuk bertahan hidup
• Kebijakan pemerintah daerah yang tidak memperhitungkan lokasi
• Overlap kewenangan pemerintah pusat dan daerah
• Aparat desa merasa berwenang atas lahan tersebut
Penyelesaian :
• Ganti rugy tanam tumbuh
• Ganti rugi tanah
• Bagi hasil keuntungan
• Kompensasi peningkatan intensitas kegiatan
• Proses hukum dan pengadilan
Analisis menurut etika bisnis :
Penyelesaiannya sudah tepat dengan membagi hasil, ganti rugi tanah, ganti tanam tumbuh dan proses hukum. PT bertindak tepat karena tidak sewenang – wenang menggunakan tanah tanpa memikirkan masyarakat sekitar yang menganggap tanah tersebut adalah mili mereka.
Tetapi masyarakat juga harus mengerti kalau tanah tersebut sudah resmi dibeli oleh PT dengan surat yang lengkap. Kecuali PT tidak memiliki surat – surat tanah maka masyarakat berhak menggunakan lahan tersebut untuk pertanian.
Referensi :
http://www.konflik.rimbawan.com/pdf-16sept05/500kasus-FINALE.pdf
http://ronawajah.wordpress.com/2007/06/07/konflik-dalam-perusahaan/
Konflik itu sendiri merupakan proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif atau akan segera mempengaruhi secara negatif.
Faktor-faktor kondisi konflik (Robbins, Sthepen ,2003, Perilaku Organisasi):
• Harus dirasakan oleh pihak terkait
• Merupakan masalah persepsi
• Ada oposisi atau ketidakcocokan tujuan, perbedaan dalam penafsiran fakta, ketidaksepakatan pada pengharapan perilaku
• Interaksi negatif-bersilangan
• Ada peringkat konflik dari kekerasan sampai lunak.
Menurut Baden Eunson (Conflict Management, 2007,diadaptasi), terdapat beragam jenis konflik:
• Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki,seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan penyelia dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumberdaya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, manajemen kompensasi dan karir.
• Konflik Horisontal, yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan. Contoh bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok, tentang alokasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya, dan pemasaran.
• Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang akhli dan teknologi yang tepat.
• Konflik peran berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. Konflik bisa terjadi antarkaryawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan, pihak karyawan memiliki lebih dari seorang manajer, dan sistem koordinasi yang tidak jelas.
Dari semua konflik diatas dapat disimpulkan bahwa Konflik adalah suatu perbedaan asumsi, pendapat, sudut pandang dan persepsi mengenai hal tertentu yang berujung munculnya gesekan atau perselisihan bahkan bisa menyebabkan pertengkaran ( perang ).
Contoh Konflik :
Sengketa Tanah PT Tanjung Redep Hutani dengan Masyarakat maupun Pemerintah Daerah.
Latar belakang :
• Masyarakat manganggap tanah tersebut milik nenek moyang mereka
• Penyerobotan lahan dengan alasan untuk bertahan hidup
• Kebijakan pemerintah daerah yang tidak memperhitungkan lokasi
• Overlap kewenangan pemerintah pusat dan daerah
• Aparat desa merasa berwenang atas lahan tersebut
Penyelesaian :
• Ganti rugy tanam tumbuh
• Ganti rugi tanah
• Bagi hasil keuntungan
• Kompensasi peningkatan intensitas kegiatan
• Proses hukum dan pengadilan
Analisis menurut etika bisnis :
Penyelesaiannya sudah tepat dengan membagi hasil, ganti rugi tanah, ganti tanam tumbuh dan proses hukum. PT bertindak tepat karena tidak sewenang – wenang menggunakan tanah tanpa memikirkan masyarakat sekitar yang menganggap tanah tersebut adalah mili mereka.
Tetapi masyarakat juga harus mengerti kalau tanah tersebut sudah resmi dibeli oleh PT dengan surat yang lengkap. Kecuali PT tidak memiliki surat – surat tanah maka masyarakat berhak menggunakan lahan tersebut untuk pertanian.
Referensi :
http://www.konflik.rimbawan.com/pdf-16sept05/500kasus-FINALE.pdf
http://ronawajah.wordpress.com/2007/06/07/konflik-dalam-perusahaan/
Jumat, 19 November 2010
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN INDOSAT
Teori CSR
Tanggung jawab social perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility) menurut Jimmy Wales adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Menurut Yusuf Yudi Prayudi Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah program yang mengimplementasikan tanggung jawab sosial sebuah perusahaan kepada masyarakat luas.
Menurut World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) CSR merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya.
Kebijakan CSR diambil bukan hanya berdasarkan factor keuangan tetapi harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.
Semakin kedepan perusahaan akan semakin mengalami permasalahan yang beragam seperti permasalahan perusakan lingkungan dan masalah etika sehingga diperlukan pengambilan kebijakan CSR yang tepat karena itu beberapa investor dan perusahaan manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR dari Surat perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka atau disebut juga "Investasi bertanggung jawab sosial" (socially responsible investing).
Bentuk CSR yang sering digunakan perusahaan :
• Sumbangan social
• Pembangunan bantuan
• Baesiswa
• Pendirian yayasan social
• Menjadi sukarelawan, dan lain – lain.
Dalam membuat suatu bentuk laporan pada perusahaan CSR memiliki bebrapa standarisasi yaitu dalam hal :
• Laporan Akuntabilitas atas standar AA1000
• Global Reporting Initiative, merupakan standar acuan laporan berkelanjutan
• Acuan pemantauan Verite
• Laporan berdasarkan standar akuntabilitas sosial internasional SA8000
• Standar manajemen lingkungan berdasarkan ISO 14000.
Dalam CSR dikenal juga Alasan Terkait Bisnis yang mempunyai beberapa argumen yang antara lain :
• Sumberdaya manusia
• Manajemen risiko
• Membedakan merek
• Ijin usaha
• Motif perselisihan bisnis
Contoh perusahaan
PT Indosat Tbk mengajak Universitas Yarsi Jakarta untuk bekerjasama dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Corporate Social Responsibility pada 2007 yang lebih ditekankan untuk dunia pendidikan pada tahun 2006 dengan tema Indonesia Belajar. Bentuk kerjasama tersebut antara lain berupa kesempatan magang di Indosat bagi mahasiswa dan dosen Universitas Yarsi, penelitian bersama, misalnya untuk melakukan survey di kampus. Bukan hanya itu PT Indosat juga mengajak koperasi kampus untuk mengembangkan bisnis seluler yang terpadu. Tujuan CSR Indosat dalam dunia pendidikan adalah untuk membagi `soft skill` dan aspek tehnologi yang dipunyai Indosat kepada dosen dan terutama mahasiswanya agar siap menghadapi dunia kerja yang makin kompetitif.
CSR adalah suatu bentuk kebijakan untuk membantu meningkatkan perkembangan dan kemajuan perusahaan agar dapat terus berjalan dan tetap hidup dalam dunia bisnis. Perusahaan dapat memajukan lingkungan sekitar dan juga membuat etika yang baik sehingga mendapatkan tanggapan yang bagus dari konsumen dan masyarakat. CSR juga dapat menjadi sebuah promosi atau iklan agar mendapat perhatian dari masyarakat sehingga menjadi pembeda yang unik dari perusahaan lain.
CSR juga membuktikan kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar atau relasi komunitas sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas. Tetapi CSR bukan hanya sekedar kegiatan amal, CSR juga mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan perusahaan. Jadi perusahaan harus membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham (Investor), yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal.
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan
http://prayudi.wordpress.com/2007/05/21/csr/
http://www.scribd.com/doc/5065990/Hambatan-dalam-penerapan-CSR
Tanggung jawab social perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility) menurut Jimmy Wales adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Menurut Yusuf Yudi Prayudi Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah program yang mengimplementasikan tanggung jawab sosial sebuah perusahaan kepada masyarakat luas.
Menurut World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) CSR merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya.
Kebijakan CSR diambil bukan hanya berdasarkan factor keuangan tetapi harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.
Semakin kedepan perusahaan akan semakin mengalami permasalahan yang beragam seperti permasalahan perusakan lingkungan dan masalah etika sehingga diperlukan pengambilan kebijakan CSR yang tepat karena itu beberapa investor dan perusahaan manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR dari Surat perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka atau disebut juga "Investasi bertanggung jawab sosial" (socially responsible investing).
Bentuk CSR yang sering digunakan perusahaan :
• Sumbangan social
• Pembangunan bantuan
• Baesiswa
• Pendirian yayasan social
• Menjadi sukarelawan, dan lain – lain.
Dalam membuat suatu bentuk laporan pada perusahaan CSR memiliki bebrapa standarisasi yaitu dalam hal :
• Laporan Akuntabilitas atas standar AA1000
• Global Reporting Initiative, merupakan standar acuan laporan berkelanjutan
• Acuan pemantauan Verite
• Laporan berdasarkan standar akuntabilitas sosial internasional SA8000
• Standar manajemen lingkungan berdasarkan ISO 14000.
Dalam CSR dikenal juga Alasan Terkait Bisnis yang mempunyai beberapa argumen yang antara lain :
• Sumberdaya manusia
• Manajemen risiko
• Membedakan merek
• Ijin usaha
• Motif perselisihan bisnis
Contoh perusahaan
PT Indosat Tbk mengajak Universitas Yarsi Jakarta untuk bekerjasama dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Corporate Social Responsibility pada 2007 yang lebih ditekankan untuk dunia pendidikan pada tahun 2006 dengan tema Indonesia Belajar. Bentuk kerjasama tersebut antara lain berupa kesempatan magang di Indosat bagi mahasiswa dan dosen Universitas Yarsi, penelitian bersama, misalnya untuk melakukan survey di kampus. Bukan hanya itu PT Indosat juga mengajak koperasi kampus untuk mengembangkan bisnis seluler yang terpadu. Tujuan CSR Indosat dalam dunia pendidikan adalah untuk membagi `soft skill` dan aspek tehnologi yang dipunyai Indosat kepada dosen dan terutama mahasiswanya agar siap menghadapi dunia kerja yang makin kompetitif.
CSR adalah suatu bentuk kebijakan untuk membantu meningkatkan perkembangan dan kemajuan perusahaan agar dapat terus berjalan dan tetap hidup dalam dunia bisnis. Perusahaan dapat memajukan lingkungan sekitar dan juga membuat etika yang baik sehingga mendapatkan tanggapan yang bagus dari konsumen dan masyarakat. CSR juga dapat menjadi sebuah promosi atau iklan agar mendapat perhatian dari masyarakat sehingga menjadi pembeda yang unik dari perusahaan lain.
CSR juga membuktikan kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar atau relasi komunitas sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas. Tetapi CSR bukan hanya sekedar kegiatan amal, CSR juga mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pemangku kepentingan perusahaan. Jadi perusahaan harus membuat keseimbangan antara kepentingan beragam pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham (Investor), yang merupakan salah satu pemangku kepentingan internal.
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggung_jawab_sosial_perusahaan
http://prayudi.wordpress.com/2007/05/21/csr/
http://www.scribd.com/doc/5065990/Hambatan-dalam-penerapan-CSR
Senin, 01 November 2010
Mengamati Suatu Iklan...
Kalau dilihat2 dari iklan ini nampak sekali ingin memberitahukan makna dari tulisan itu! kenapa bisa saya bilang begitu yaitu dari :
1. Tulisan tong kosong nyaring bunyinya : sepertinya kalimat tersebut ingin menyaingi pesaingnya yang suka menampilkan iklan.
2. Hati2 janji si NOL : disini terlihat bahwa dengan melihat gambarnya sedang menyaingi rivalnya.
3. Janji : baru kata – kata ini mulai ingin membuktikan bahwa iklan ini selalu menempati janji dengan tetap termurah dengan Rp 1.
4. Dan dengan ditambah dibawah iklan tersebut memberi embel – embel yang membuat orang yang melihat atau membaca iklan ini makin yakin menggunakan produk ini.
Dapat dikatakan bahwa dalam iklan ini ada beberapa kelebihan atau pun keuntungannya yaitu :
1. Iklan ini memberi informasi detail dengan memberikan kata – katanya.
2. Dengan memberikan janji kepada konsumen atau pelanggan agar tetap menggunakan kartu ni karna tariff yang tetap termurah.
3. Serta iklan ini memberi tahu dengan embel – embel dengan tariff murah se Indonesia.
4. Serta memberitahukan bahwa dengan pulsa Rp 5000 konsumen atau pelanggan dapat menggunakan tarif Rp 1 dengan menelfon lama selama 29 menit.
Sedangan didalam iklan ni juga ada beberapa kekurangan yaitu :
1. Iklan ini kurang dimengerti dalam kata – katanya.
2. Seharusnya dalam menggunakan kata – kata table perbandingan agak diperbesar sedikit agar yang membaca dapat mengetahuinya.
3. Iklan ini juga seharusnya memberitahukan bahwa memang benar – benar tidak ada syarat dalam menggunakannya, agar pada saat mereka menggunakan kartu ini tidak kecewa karna takutnya pada saat menggunkannya ternyta kita harus mendaftar atau da beberapa syarat lainnya….
Jadi disini saya dapat menyimpulkan bahwa didalam suatu iklan apapun ada beberapa kelebihan atau kekurangan didalamnya. Sebagaimana didalam iklan xl ni setelah saya amati ternyta iklan ini masih da beberapa kekurangan walupun sebenarnya iklan ini sudah termasuk iklan yang baik dengan menggunkan kata – kata yang tidak terlalu menyindir pesaingnya. Karna ada beberapa iklan yang memang didalam menggunakan atau menayangkan iklanya terlalu menyindir pesaingnya….
Referensi :
http://bramrider.files.wordpress.com/2007/10/xl.jpg
http://bramrider.wordpress.com/2007/10/09/dian-sastro-diserang-wanita-berlabel-1-rupiah/
1. Tulisan tong kosong nyaring bunyinya : sepertinya kalimat tersebut ingin menyaingi pesaingnya yang suka menampilkan iklan.
2. Hati2 janji si NOL : disini terlihat bahwa dengan melihat gambarnya sedang menyaingi rivalnya.
3. Janji : baru kata – kata ini mulai ingin membuktikan bahwa iklan ini selalu menempati janji dengan tetap termurah dengan Rp 1.
4. Dan dengan ditambah dibawah iklan tersebut memberi embel – embel yang membuat orang yang melihat atau membaca iklan ini makin yakin menggunakan produk ini.
Dapat dikatakan bahwa dalam iklan ini ada beberapa kelebihan atau pun keuntungannya yaitu :
1. Iklan ini memberi informasi detail dengan memberikan kata – katanya.
2. Dengan memberikan janji kepada konsumen atau pelanggan agar tetap menggunakan kartu ni karna tariff yang tetap termurah.
3. Serta iklan ini memberi tahu dengan embel – embel dengan tariff murah se Indonesia.
4. Serta memberitahukan bahwa dengan pulsa Rp 5000 konsumen atau pelanggan dapat menggunakan tarif Rp 1 dengan menelfon lama selama 29 menit.
Sedangan didalam iklan ni juga ada beberapa kekurangan yaitu :
1. Iklan ini kurang dimengerti dalam kata – katanya.
2. Seharusnya dalam menggunakan kata – kata table perbandingan agak diperbesar sedikit agar yang membaca dapat mengetahuinya.
3. Iklan ini juga seharusnya memberitahukan bahwa memang benar – benar tidak ada syarat dalam menggunakannya, agar pada saat mereka menggunakan kartu ini tidak kecewa karna takutnya pada saat menggunkannya ternyta kita harus mendaftar atau da beberapa syarat lainnya….
Jadi disini saya dapat menyimpulkan bahwa didalam suatu iklan apapun ada beberapa kelebihan atau kekurangan didalamnya. Sebagaimana didalam iklan xl ni setelah saya amati ternyta iklan ini masih da beberapa kekurangan walupun sebenarnya iklan ini sudah termasuk iklan yang baik dengan menggunkan kata – kata yang tidak terlalu menyindir pesaingnya. Karna ada beberapa iklan yang memang didalam menggunakan atau menayangkan iklanya terlalu menyindir pesaingnya….
Referensi :
http://bramrider.files.wordpress.com/2007/10/xl.jpg
http://bramrider.wordpress.com/2007/10/09/dian-sastro-diserang-wanita-berlabel-1-rupiah/
Kamis, 07 Oktober 2010
Budaya Kerja Perusahaan Samsung
Ko difokuskan sambutannya pada apa budaya perusahaan membuat Samsung menjadi perusahaan terkemuka hari ini. "Pada abad 21, harus ada tema 'tertentu' untuk berhasil dalam informasi-meluap dunia. Dan Samsung adalah salah satu perusahaan terbaik yang memilih tema yang benar. "
Kemudian Ko menjelaskan bahwa 'budaya Samsung' mulai dari Lee Beong-chul, pendiri Samsung yang tidak hanya bercita-cita untuk membuat perusahaannya yang terbaik tetapi juga mengembalikan keuntungan kepada masyarakat Seperti Lee Gun-hee menjadi CEO berikutnya Samsung, ia membentuk dua tema utama, 'Philanthropism' dan 'Investasi Sosial', setelah keynote ayahnya. Ko menekankan bahwa bahkan dalam persaingan tajam 21 abad, Lee Gun-hee tidak lupa untuk berkontribusi pada kesejahteraan sosial dan global, dan itu adalah bagaimana Samsung bisa tumbuh sebesar ini.
Kwon Hae-won (Fresh., University College, Foreign Language & Lit.), Yang mendengarkan pidato itu, mengatakan, "Setelah mendengarkan ceramah, aku bisa menyadari bahwa apa yang menjadi dorongan utama perkembangan Samsung dan betapa pentingnya budaya perusahaan adalah perusahaan. "Ini adalah kesempatan yang berharga untuk Yonseians yang tertarik dengan Samsung untuk tahu lebih banyak tentang.
Era digital telah membawa peluang revolusioner dan perubahan bisnis global. Grup SAMSUNG telah menanggapi perubahan ini dan saat ini sedang meningkatkan struktur bisnis, perspektif manajemen, dan budaya perusahaan untuk memenuhi standar global.
Di SAMSUNG, kita melihat setiap tantangan sebagai peluang, dan percaya bahwa kita sempurna diposisikan sebagai salah satu pemimpin yang diakui dunia di industri teknologi digital.
Komitmen kami menjadi "Best Dunia" telah memenangkan kami nomor satu pangsa pasar global untuk tiga belas produk kami. Targetnya adalah memiliki tiga puluh produk dinilai "produk nomor satu di dunia" pada tahun 2005, menambahkan TV digital, IMT 2000, dan printer ke daftar samsung saat ini pemimpin pasar dunia: semikonduktor, TFT-LCD, monitor dan ponsel CDMA.
Selalu selangkah lebih maju dan membuat kemajuan bersejarah dalam penelitian dan pengembangan lini semikonduktor kami secara keseluruhan, termasuk memori flash dan non-memori, kustom semikonduktor, DRAM dan SRAM. Salah satu contohnya adalah SAMSUNG Electronics, yang tetap menjadi salah satu dunia "10 besar" dalam paten AS selama empat tahun berturut-turut, dengan 13.000 peneliti yang mewakili US $ 1,7 miliar investasi dalam Penelitian dan Pengembangan.
Secara finansial, SAMSUNG berkomitmen untuk menjadi World's Best, dengan Kartu SAMSUNG, sebuah solusi pembayaran yang dipilih sebagai "Kartu Perusahaan Terbaik di Milenium Baru" oleh Master Card. Kartu SAMSUNG dijamin lebih dari 1 juta anggota dalam waktu satu tahun melalui pelepasan "Aha Loan Pass," kartu kredit-hanya pertama di Korea. Euromoney juga telah memilih SAMSUNG Securities sebagai "Perusahaan Keamanan Terbaik" untuk 3 tahun berturut-turut, dan SAMSUNG Life Insurance menempati peringkat "Perusahaan Terbesar ke-10" oleh Fortune's "Global 500" dalam kategori / Asuransi Jiwa Kesehatan.
Samsung juga secara aktif mempromosikan nilai merek, mesin utama pertumbuhan bisnis. Nilai merek SAMSUNG telah meningkat menjadi US $ 8310000000 di tahun 2002 dari US $ 6370000000 pada tahun 2001 dan telah diakui oleh Interbrand Corporation sebagai merek global paling cepat berkembang.
Samsung berhasil dalam mencapai daya saing global melalui terus meningkatkan struktur keuangan dan profitabilitas, karena kami memeriksa struktur organisasi kami sendiri Mengurangi biaya produksi dan bekerja keras untuk mempertahankan citra merek kami telah banyak menyumbang kemajuan kita, dan SAMSUNG Electronics telah dijamin rating kredit nasional dari S & P dan Moody's, sementara SAMSUNG Fire juga telah diakui oleh S & P untuk stabilitas dan potensi pertumbuhan, menerima nya kedua berturut-turut peringkat A.
Langkah cepat perkembangan samsung tercermin dalam filosofi manajemen samsung "Samsung akan mencurahkan sumber daya manusia dan teknologi untuk menciptakan produk unggulan dan jasa, sehingga turut menyumbang kepada masyarakat global yang lebih baik." partisipasi samsung dalam acara olahraga telah membantu mempromosikan semangat komunitas, serta kembali keuntungan perusahaan kepada masyarakat. Sebagai mitra Olimpiade Dunia di sektor peralatan nirkabel untuk Olimpiade Sydney 2000, SAMSUNG menyediakan 25.000 alat canggih telekomunikasi digital nirkabel termasuk ponsel. Kami juga melayani dalam kapasitas pada 1999 Olimpiade Musim Dingin Nagano, dan akan menjadi Mitra Olimpiade Dunia pada Olimpiade Torino 2006 dan Olimpiade Beijing 2008. SAMSUNG merupakan kontributor aktif Asian Games, Kompetisi Piala SAMSUNG Riding, Festival Lari SAMSUNG, SAMSUNG World Championship (US LPGA Tour), dan acara olahraga banyak lainnya di seluruh dunia.
Pada tahun 2000, SAMSUNG memulai program manajemennya dengan putaran baru dan bertujuan untuk tetap berada di depan gelombang besar perubahan digital yang kini melanda dunia. Kami mengharapkan tidak kurang dari untuk memimpin digitalisasi masyarakat dengan teknologi canggih kami, produk yang kompetitif, dan sumber daya manusia yang profesional.
Jadi Samsung didalam budaya kerja termasuk salah satu perusahaan terbaik yang memilih tema yang benar. Dan Samsung pun mnegeluaran dua tema utama, 'Philanthropism' dan 'Investasi Sosial'. Selain itu Samsung pun sudah menjadi world best dengan kartu millennium baru oleh master card.
Samsung juga sudah berhasil mencapai daya saing global dengan terus meningkatnya struktur dan probabilitas. Pada tahun 2000 sudah memasuki pangsa pasar rekor tinggi LCD monitor, Samsung Digital Imaging mengembangkan sebuah kamera digital yang inovatif hibrida, Dibangun ponsel terbesar di dunia yang dicatat dalam Guinness Book of World Record, Menerima "Manajemen Quality Award" di Malaysia
Referensi ;
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.samsung.com/hk_en/aboutsamsung/corporateprofile/history.html
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://annals.yonsei.ac.kr/news/articleView.html%3Fidxno%3D510
Kemudian Ko menjelaskan bahwa 'budaya Samsung' mulai dari Lee Beong-chul, pendiri Samsung yang tidak hanya bercita-cita untuk membuat perusahaannya yang terbaik tetapi juga mengembalikan keuntungan kepada masyarakat Seperti Lee Gun-hee menjadi CEO berikutnya Samsung, ia membentuk dua tema utama, 'Philanthropism' dan 'Investasi Sosial', setelah keynote ayahnya. Ko menekankan bahwa bahkan dalam persaingan tajam 21 abad, Lee Gun-hee tidak lupa untuk berkontribusi pada kesejahteraan sosial dan global, dan itu adalah bagaimana Samsung bisa tumbuh sebesar ini.
Kwon Hae-won (Fresh., University College, Foreign Language & Lit.), Yang mendengarkan pidato itu, mengatakan, "Setelah mendengarkan ceramah, aku bisa menyadari bahwa apa yang menjadi dorongan utama perkembangan Samsung dan betapa pentingnya budaya perusahaan adalah perusahaan. "Ini adalah kesempatan yang berharga untuk Yonseians yang tertarik dengan Samsung untuk tahu lebih banyak tentang.
Era digital telah membawa peluang revolusioner dan perubahan bisnis global. Grup SAMSUNG telah menanggapi perubahan ini dan saat ini sedang meningkatkan struktur bisnis, perspektif manajemen, dan budaya perusahaan untuk memenuhi standar global.
Di SAMSUNG, kita melihat setiap tantangan sebagai peluang, dan percaya bahwa kita sempurna diposisikan sebagai salah satu pemimpin yang diakui dunia di industri teknologi digital.
Komitmen kami menjadi "Best Dunia" telah memenangkan kami nomor satu pangsa pasar global untuk tiga belas produk kami. Targetnya adalah memiliki tiga puluh produk dinilai "produk nomor satu di dunia" pada tahun 2005, menambahkan TV digital, IMT 2000, dan printer ke daftar samsung saat ini pemimpin pasar dunia: semikonduktor, TFT-LCD, monitor dan ponsel CDMA.
Selalu selangkah lebih maju dan membuat kemajuan bersejarah dalam penelitian dan pengembangan lini semikonduktor kami secara keseluruhan, termasuk memori flash dan non-memori, kustom semikonduktor, DRAM dan SRAM. Salah satu contohnya adalah SAMSUNG Electronics, yang tetap menjadi salah satu dunia "10 besar" dalam paten AS selama empat tahun berturut-turut, dengan 13.000 peneliti yang mewakili US $ 1,7 miliar investasi dalam Penelitian dan Pengembangan.
Secara finansial, SAMSUNG berkomitmen untuk menjadi World's Best, dengan Kartu SAMSUNG, sebuah solusi pembayaran yang dipilih sebagai "Kartu Perusahaan Terbaik di Milenium Baru" oleh Master Card. Kartu SAMSUNG dijamin lebih dari 1 juta anggota dalam waktu satu tahun melalui pelepasan "Aha Loan Pass," kartu kredit-hanya pertama di Korea. Euromoney juga telah memilih SAMSUNG Securities sebagai "Perusahaan Keamanan Terbaik" untuk 3 tahun berturut-turut, dan SAMSUNG Life Insurance menempati peringkat "Perusahaan Terbesar ke-10" oleh Fortune's "Global 500" dalam kategori / Asuransi Jiwa Kesehatan.
Samsung juga secara aktif mempromosikan nilai merek, mesin utama pertumbuhan bisnis. Nilai merek SAMSUNG telah meningkat menjadi US $ 8310000000 di tahun 2002 dari US $ 6370000000 pada tahun 2001 dan telah diakui oleh Interbrand Corporation sebagai merek global paling cepat berkembang.
Samsung berhasil dalam mencapai daya saing global melalui terus meningkatkan struktur keuangan dan profitabilitas, karena kami memeriksa struktur organisasi kami sendiri Mengurangi biaya produksi dan bekerja keras untuk mempertahankan citra merek kami telah banyak menyumbang kemajuan kita, dan SAMSUNG Electronics telah dijamin rating kredit nasional dari S & P dan Moody's, sementara SAMSUNG Fire juga telah diakui oleh S & P untuk stabilitas dan potensi pertumbuhan, menerima nya kedua berturut-turut peringkat A.
Langkah cepat perkembangan samsung tercermin dalam filosofi manajemen samsung "Samsung akan mencurahkan sumber daya manusia dan teknologi untuk menciptakan produk unggulan dan jasa, sehingga turut menyumbang kepada masyarakat global yang lebih baik." partisipasi samsung dalam acara olahraga telah membantu mempromosikan semangat komunitas, serta kembali keuntungan perusahaan kepada masyarakat. Sebagai mitra Olimpiade Dunia di sektor peralatan nirkabel untuk Olimpiade Sydney 2000, SAMSUNG menyediakan 25.000 alat canggih telekomunikasi digital nirkabel termasuk ponsel. Kami juga melayani dalam kapasitas pada 1999 Olimpiade Musim Dingin Nagano, dan akan menjadi Mitra Olimpiade Dunia pada Olimpiade Torino 2006 dan Olimpiade Beijing 2008. SAMSUNG merupakan kontributor aktif Asian Games, Kompetisi Piala SAMSUNG Riding, Festival Lari SAMSUNG, SAMSUNG World Championship (US LPGA Tour), dan acara olahraga banyak lainnya di seluruh dunia.
Pada tahun 2000, SAMSUNG memulai program manajemennya dengan putaran baru dan bertujuan untuk tetap berada di depan gelombang besar perubahan digital yang kini melanda dunia. Kami mengharapkan tidak kurang dari untuk memimpin digitalisasi masyarakat dengan teknologi canggih kami, produk yang kompetitif, dan sumber daya manusia yang profesional.
Jadi Samsung didalam budaya kerja termasuk salah satu perusahaan terbaik yang memilih tema yang benar. Dan Samsung pun mnegeluaran dua tema utama, 'Philanthropism' dan 'Investasi Sosial'. Selain itu Samsung pun sudah menjadi world best dengan kartu millennium baru oleh master card.
Samsung juga sudah berhasil mencapai daya saing global dengan terus meningkatnya struktur dan probabilitas. Pada tahun 2000 sudah memasuki pangsa pasar rekor tinggi LCD monitor, Samsung Digital Imaging mengembangkan sebuah kamera digital yang inovatif hibrida, Dibangun ponsel terbesar di dunia yang dicatat dalam Guinness Book of World Record, Menerima "Manajemen Quality Award" di Malaysia
Referensi ;
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.samsung.com/hk_en/aboutsamsung/corporateprofile/history.html
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://annals.yonsei.ac.kr/news/articleView.html%3Fidxno%3D510
Jumat, 01 Oktober 2010
Mengenal Adat Istiadat Suku Baduy Dalam
Berjarak sekitar 120 kilometer dari Jakarta, kita akan menemukan kampung yang masih menjaga ketat adat istiadat. Tepatnya di daerah Lebak Rangkasbitung, kita akan menemukan perkampungan Baduy. Kampung di Baduy terletak di ketinggian 500 - 1.200 meter di atas permukaan laut dan berada di Pegunungan Kendeng yang merupakan daerah hulu Sungai Ciujung. Suku Baduy merupakan suku yang terletak di kampung Cibeo Kabupaten Lebak - Rangkasbitung. Kampung Cibeo adalah satu dari tiga kampung di Baduy Dalam (Baduy Kajeroan). Selain Cibeo, masih ada Kampung Cikartawana dan Kampung Cikeusik.
Didalam suku Baduy mereka menggunakan bahasa sunda dialek Sunda–Banten. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan Bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan tersebut dari sekolah. Orang Kanekes 'dalam' tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat istiadat, kepercayaan/agama, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja.
Menurut kepercayaan yang mereka anut, orang Kanekes mengaku keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia.
Pendapat mengenai asal-usul orang Kanekes berbeda dengan pendapat para ahli sejarah, yang mendasarkan pendapatnya dengan cara sintesis dari beberapa bukti sejarah berupa prasasti, catatan perjalanan pelaut Portugis dan Tiongkok, serta cerita rakyat mengenai 'Tatar Sunda' yang cukup minim keberadaannya. Masyarakat Kanekes dikaitkan dengan Kerajaan Sunda yang sebelum keruntuhannya pada abad ke-16 berpusat di Pakuan Pajajaran (sekitar Bogor sekarang). Sebelum berdirinya Kesultanan Banten, wilayah ujung barat pulau Jawa ini merupakan bagian penting dari Kerajaan Sunda. Banten merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari berbagai jenis perahu, dan ramai digunakan untuk pengangkutan hasil bumi dari wilayah pedalaman. Dengan demikian penguasa wilayah tersebut, yang disebut sebagai Pangeran Pucuk Umum menganggap bahwa kelestarian sungai perlu dipertahankan. Untuk itu diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yang sangat terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan dengan tugasnya yang khusus tersebut tampaknya menjadi cikal bakal Masyarakat Baduy yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu Sungai Ciujung di Gunung Kendeng tersebut (Adimihardja, 2000). Perbedaan pendapat tersebut membawa kepada dugaan bahwa pada masa yang lalu, identitas dan kesejarahan mereka sengaja ditutup, yang mungkin adalah untuk melindungi komunitas Baduy sendiri dari serangan musuh-musuh Pajajaran.
Menurut Danasasmita dan Djatisunda (1986: 4-5) orang Baduy merupakan penduduk setempat yang dijadikan mandala' (kawasan suci) secara resmi oleh raja, karena penduduknya berkewajiban memelihara kabuyutan (tempat pemujaan leluhur atau nenek moyang), bukan agama Hindu atau Budha. Kebuyutan di daerah ini dikenal dengan kabuyutan Jati Sunda atau 'Sunda Asli' atau Sunda Wiwitan (wiwitann=asli, asal, pokok, jati). Oleh karena itulah agama asli mereka pun diberi nama Sunda Wiwitan. Raja yang menjadikan wilayah Baduy sebagai mandala adalah Rakeyan Darmasiksa.
Suku baduy dibagi menjadi 2 kelompok yaitu baduy dalam dan baduy luar. Baduy luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Baduy Dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkanya warga Baduy Dalam ke Baduy Luar. Pada dasarnya, peraturan yang ada di baduy luar dan baduy dalam itu hampir sama, tetapi baduy luar lebih mengenal teknologi dibanding baduy dalam. Sedangkan Baduy Dalam yaitu masih memegang teguh adat istiadat nenek moyang mereka. Peraturan didalam suku Baduy menetapkan, bahwa di tanah keramat itu selalu harus berdiam 40 kepala keluarga. Jika lebih, kelebihannya itu disuruh ke luar, yaitu menjadi warga Baduy Luar. Baduy Luar hingga sekarang sebagai penghubung antara masyarakat Baduy Dalam dengan dunia luar. Di sana ada Jaro semacam kepala urusan birokrasi bagi orang luar yang akan masuk Baduy Dalam dan bertemu Girang Pu’un.
Berikut beberapa fakta tentang Baduy, diantaranya:
1. Kampung Kepuunan Baduy Dalam dipimpin oleh seorang Puun (baca: Pu’un). Puun setingkat dengan Presiden Republik Indonesia.
2. Tugas dan tanggung jawab Puun adalah memimpin kampung Baduy,
melestarikan dan mempertahankan adat istiadat Kepuunan Baduy dari pengaruh
luar.
3. Setiap kampung di Baduy Dalam dipimpin oleh seorang Puun. Ada tiga
kampung di Baduy Dalam.
4. Batas area masuk ke pekarangan rumah Puun pun diberi tanda. Sehingga
tak satu orangpun yang bisa melintas ke dalam pekarangan rumah Puun baik
orang luar maupun orang Baduy sendiri. Kecuali ada kepentingan warga Baduy
sendiri misalnya urusan perjodohan/dijodohkan dan juga pernikahan.
5. Usia kepemimpinan Puun tidak ada batasnya, sepanjang dia mampu. Dan
pergantian kepemimpian jatuh kepada garis keturunan Puun sebelumnya atau
tetua-tetua (olot) yang ditunjuk di kampung tersebut.
6. Setiap kampung memiliki seorang Lurah (Jaro) yang berada di bawah
Puun.
7. Hampir 100% kehidupan keseharian Baduy Dalam berada di ladang (huma)
dengan bertani. Terkadang jarang pulang malam ke rumah.
8. Aktivitas keseharian mereka adalah ke ladang dan ke ladang.
Bertani, bercocok tanam padi dan menanam buah-buahan.
9. Hasil panen padi tidak untuk dijual. Namun disimpan di lumbung yang
tingginya setengah meter dari permukaan tanah koko berdiri selama
bertahun-tahun dan untuk kehidupan keturunan selanjutnya serta kebutuhan
makan secukupnya.
10. Untuk urusan pacaran dilarang. Namun bila ada yang ingin menikah atau
dinikahkan, maka jodoh ada di tangan orang tua dan diresmikan oleh Puun dan
lalu dirayakan oleh seluruh warga. Tidak ada istilah menolak bila ingin
dijodohkan.
11. Keyakinan atau agama mereka adalah Sunda Wiwitan. Setiap warga percaya
dan menuruti perintah Sang Puun dan tetua-tetua jaman dahulunya.
12. Bila Anda ingin berkunjung dan meninggalkan alamat, jangan salah..
mereka akan datang berkunjung balik ke rumah Anda. Mereka datang dengan
berjalan tanpa alas kaki apalagi transportasi apapun. Durasi perjalanan
mereka tempus kurang lebih 3-4 hari. Bahkan, mereka selama berminggu-minggu akan
balik lagi ke rumah mereka.
13. Rata-rata kepala rumah tangga mereka sudah fasih berbahasa Indonesia.
Ini akibat pengaruh pengunjung dari luar yang berbahasa Indonesia selama
menginap sehingga mereka terbiasa mendengar dan lalu lancar. Bahasa
tradisional mereka adalah bahasa Sunda kasar.
14. Baik laki-laki maupun perempuan untuk seluruh usia tidak menggunakan
celana dalam.
Mereka biasa berkomunikasi dengan Gusti Allah dengan cara membakar kemenyan. Kemenyan yang dinyalakan dapat menimbulkan kontak batin secara langsung dengan-Nya. Mereka melakukan upacara-upacara adat sebagai wujud rasa terima kasih kepada-Nya. Orang-orang Baduy Dalam percaya adanya kehidupan setelah mati. Mereka percaya surga dan neraka itu ada. Wujud kepercayaan itu terlihat dalam tingkah laku dan perbuatan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senantiasa berbuat jujur, menjauhi rasa iri, benci dan rasa-rasa lain yang dapat merusak kesucian jiwa mereka. Berbeda dengan ibadah umat Islam pada umumnya, mereka merayakan lebaran 3 kali dalam setahun. Sebelum merayakan lebaran, mereka melaksanakan puasa selama 3 hari dengan lama waktu setengah hari untuk setiap pelaksanaan puasa. Mereka menyebut puasa 3 hari itu dengan puasa 3 bulan. Adapun perayaan lebaran dinamakan upacara “Kawalun”. Suku Baduy Dalam tidak memperkenankan orang selain Islam memasuki kawasan Baduy Dalam. Hal ini disebabkan adanya kepercayaan bahwa tanah mereka adalah tanah yang suci tempat Adam pertama kali diturunkan ke bumi sebagai khalifah. Mereka berpendapat selain pemeluk agama Islam adalah orang kafir. Orang kafir tidak berhak menjejakkan kakinya di bumi Baduy Dalam.
Jadi dapat disimpulkan bahwa suku Baduy adalah suku yang dibagi menjadi 2 kelompok yang dimana 2 kelompok itu dsebut suku Baduy dalam dan Baduy Luar. Dimana suku baduy menggunakan bahasa Sunda dan mereka awalnya memuja lelembut atau roh halus dari nenek moyang mereka tetapi sekarang mereka menganut agama sunda wiwitan dan mereka menuruti semua perintah sang puun.
Ada pun perbedaan didalam suku baduy dalam dan baduy luar yaitu suku baduy dalam Dilarang keras menggunakan teknologi,alas kaki, dan tidak boleh menggunakan kendaraan. Sedangkan suku Baduy luar kebalikan dari suku Baduy Dalam. Didalam suku baduy tidak dikenal dengan istilah Pacaran tetapi mereka masih menganut ala “siti nurbaya” yaitu mereka harus mau djodohkan dan tidak boleh menolak. Suku baduy juga sangat senang dengan bercocok tanam, keseharian mereka pun hanya da diladang dan diladang saja.
Referensi :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=115937170808&topic=16113
http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Kanekes
http://catatansaya.wordpress.com/2009/06/04/suku-baduy/
http://www.lawalataipb.netfirms.com/cerita/BADUY.htm
http://hotelcarita.com/baduy-tour.html
Didalam suku Baduy mereka menggunakan bahasa sunda dialek Sunda–Banten. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan Bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan tersebut dari sekolah. Orang Kanekes 'dalam' tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat istiadat, kepercayaan/agama, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja.
Menurut kepercayaan yang mereka anut, orang Kanekes mengaku keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia.
Pendapat mengenai asal-usul orang Kanekes berbeda dengan pendapat para ahli sejarah, yang mendasarkan pendapatnya dengan cara sintesis dari beberapa bukti sejarah berupa prasasti, catatan perjalanan pelaut Portugis dan Tiongkok, serta cerita rakyat mengenai 'Tatar Sunda' yang cukup minim keberadaannya. Masyarakat Kanekes dikaitkan dengan Kerajaan Sunda yang sebelum keruntuhannya pada abad ke-16 berpusat di Pakuan Pajajaran (sekitar Bogor sekarang). Sebelum berdirinya Kesultanan Banten, wilayah ujung barat pulau Jawa ini merupakan bagian penting dari Kerajaan Sunda. Banten merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari berbagai jenis perahu, dan ramai digunakan untuk pengangkutan hasil bumi dari wilayah pedalaman. Dengan demikian penguasa wilayah tersebut, yang disebut sebagai Pangeran Pucuk Umum menganggap bahwa kelestarian sungai perlu dipertahankan. Untuk itu diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yang sangat terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan dengan tugasnya yang khusus tersebut tampaknya menjadi cikal bakal Masyarakat Baduy yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu Sungai Ciujung di Gunung Kendeng tersebut (Adimihardja, 2000). Perbedaan pendapat tersebut membawa kepada dugaan bahwa pada masa yang lalu, identitas dan kesejarahan mereka sengaja ditutup, yang mungkin adalah untuk melindungi komunitas Baduy sendiri dari serangan musuh-musuh Pajajaran.
Menurut Danasasmita dan Djatisunda (1986: 4-5) orang Baduy merupakan penduduk setempat yang dijadikan mandala' (kawasan suci) secara resmi oleh raja, karena penduduknya berkewajiban memelihara kabuyutan (tempat pemujaan leluhur atau nenek moyang), bukan agama Hindu atau Budha. Kebuyutan di daerah ini dikenal dengan kabuyutan Jati Sunda atau 'Sunda Asli' atau Sunda Wiwitan (wiwitann=asli, asal, pokok, jati). Oleh karena itulah agama asli mereka pun diberi nama Sunda Wiwitan. Raja yang menjadikan wilayah Baduy sebagai mandala adalah Rakeyan Darmasiksa.
Suku baduy dibagi menjadi 2 kelompok yaitu baduy dalam dan baduy luar. Baduy luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Baduy Dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkanya warga Baduy Dalam ke Baduy Luar. Pada dasarnya, peraturan yang ada di baduy luar dan baduy dalam itu hampir sama, tetapi baduy luar lebih mengenal teknologi dibanding baduy dalam. Sedangkan Baduy Dalam yaitu masih memegang teguh adat istiadat nenek moyang mereka. Peraturan didalam suku Baduy menetapkan, bahwa di tanah keramat itu selalu harus berdiam 40 kepala keluarga. Jika lebih, kelebihannya itu disuruh ke luar, yaitu menjadi warga Baduy Luar. Baduy Luar hingga sekarang sebagai penghubung antara masyarakat Baduy Dalam dengan dunia luar. Di sana ada Jaro semacam kepala urusan birokrasi bagi orang luar yang akan masuk Baduy Dalam dan bertemu Girang Pu’un.
Berikut beberapa fakta tentang Baduy, diantaranya:
1. Kampung Kepuunan Baduy Dalam dipimpin oleh seorang Puun (baca: Pu’un). Puun setingkat dengan Presiden Republik Indonesia.
2. Tugas dan tanggung jawab Puun adalah memimpin kampung Baduy,
melestarikan dan mempertahankan adat istiadat Kepuunan Baduy dari pengaruh
luar.
3. Setiap kampung di Baduy Dalam dipimpin oleh seorang Puun. Ada tiga
kampung di Baduy Dalam.
4. Batas area masuk ke pekarangan rumah Puun pun diberi tanda. Sehingga
tak satu orangpun yang bisa melintas ke dalam pekarangan rumah Puun baik
orang luar maupun orang Baduy sendiri. Kecuali ada kepentingan warga Baduy
sendiri misalnya urusan perjodohan/dijodohkan dan juga pernikahan.
5. Usia kepemimpinan Puun tidak ada batasnya, sepanjang dia mampu. Dan
pergantian kepemimpian jatuh kepada garis keturunan Puun sebelumnya atau
tetua-tetua (olot) yang ditunjuk di kampung tersebut.
6. Setiap kampung memiliki seorang Lurah (Jaro) yang berada di bawah
Puun.
7. Hampir 100% kehidupan keseharian Baduy Dalam berada di ladang (huma)
dengan bertani. Terkadang jarang pulang malam ke rumah.
8. Aktivitas keseharian mereka adalah ke ladang dan ke ladang.
Bertani, bercocok tanam padi dan menanam buah-buahan.
9. Hasil panen padi tidak untuk dijual. Namun disimpan di lumbung yang
tingginya setengah meter dari permukaan tanah koko berdiri selama
bertahun-tahun dan untuk kehidupan keturunan selanjutnya serta kebutuhan
makan secukupnya.
10. Untuk urusan pacaran dilarang. Namun bila ada yang ingin menikah atau
dinikahkan, maka jodoh ada di tangan orang tua dan diresmikan oleh Puun dan
lalu dirayakan oleh seluruh warga. Tidak ada istilah menolak bila ingin
dijodohkan.
11. Keyakinan atau agama mereka adalah Sunda Wiwitan. Setiap warga percaya
dan menuruti perintah Sang Puun dan tetua-tetua jaman dahulunya.
12. Bila Anda ingin berkunjung dan meninggalkan alamat, jangan salah..
mereka akan datang berkunjung balik ke rumah Anda. Mereka datang dengan
berjalan tanpa alas kaki apalagi transportasi apapun. Durasi perjalanan
mereka tempus kurang lebih 3-4 hari. Bahkan, mereka selama berminggu-minggu akan
balik lagi ke rumah mereka.
13. Rata-rata kepala rumah tangga mereka sudah fasih berbahasa Indonesia.
Ini akibat pengaruh pengunjung dari luar yang berbahasa Indonesia selama
menginap sehingga mereka terbiasa mendengar dan lalu lancar. Bahasa
tradisional mereka adalah bahasa Sunda kasar.
14. Baik laki-laki maupun perempuan untuk seluruh usia tidak menggunakan
celana dalam.
Mereka biasa berkomunikasi dengan Gusti Allah dengan cara membakar kemenyan. Kemenyan yang dinyalakan dapat menimbulkan kontak batin secara langsung dengan-Nya. Mereka melakukan upacara-upacara adat sebagai wujud rasa terima kasih kepada-Nya. Orang-orang Baduy Dalam percaya adanya kehidupan setelah mati. Mereka percaya surga dan neraka itu ada. Wujud kepercayaan itu terlihat dalam tingkah laku dan perbuatan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senantiasa berbuat jujur, menjauhi rasa iri, benci dan rasa-rasa lain yang dapat merusak kesucian jiwa mereka. Berbeda dengan ibadah umat Islam pada umumnya, mereka merayakan lebaran 3 kali dalam setahun. Sebelum merayakan lebaran, mereka melaksanakan puasa selama 3 hari dengan lama waktu setengah hari untuk setiap pelaksanaan puasa. Mereka menyebut puasa 3 hari itu dengan puasa 3 bulan. Adapun perayaan lebaran dinamakan upacara “Kawalun”. Suku Baduy Dalam tidak memperkenankan orang selain Islam memasuki kawasan Baduy Dalam. Hal ini disebabkan adanya kepercayaan bahwa tanah mereka adalah tanah yang suci tempat Adam pertama kali diturunkan ke bumi sebagai khalifah. Mereka berpendapat selain pemeluk agama Islam adalah orang kafir. Orang kafir tidak berhak menjejakkan kakinya di bumi Baduy Dalam.
Jadi dapat disimpulkan bahwa suku Baduy adalah suku yang dibagi menjadi 2 kelompok yang dimana 2 kelompok itu dsebut suku Baduy dalam dan Baduy Luar. Dimana suku baduy menggunakan bahasa Sunda dan mereka awalnya memuja lelembut atau roh halus dari nenek moyang mereka tetapi sekarang mereka menganut agama sunda wiwitan dan mereka menuruti semua perintah sang puun.
Ada pun perbedaan didalam suku baduy dalam dan baduy luar yaitu suku baduy dalam Dilarang keras menggunakan teknologi,alas kaki, dan tidak boleh menggunakan kendaraan. Sedangkan suku Baduy luar kebalikan dari suku Baduy Dalam. Didalam suku baduy tidak dikenal dengan istilah Pacaran tetapi mereka masih menganut ala “siti nurbaya” yaitu mereka harus mau djodohkan dan tidak boleh menolak. Suku baduy juga sangat senang dengan bercocok tanam, keseharian mereka pun hanya da diladang dan diladang saja.
Referensi :
http://www.facebook.com/topic.php?uid=115937170808&topic=16113
http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Kanekes
http://catatansaya.wordpress.com/2009/06/04/suku-baduy/
http://www.lawalataipb.netfirms.com/cerita/BADUY.htm
http://hotelcarita.com/baduy-tour.html
Senin, 14 Juni 2010
unsur - unsur Proposal
Unsur – unsur Proposal
Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian. Propsoal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator).
Proposal penelitian adalah gambaran secara rinci tentang proses yang akan dilakukan oleh peneliti untuk dapat memecahkan suatu permasalahan penelitian. Proposal atau sering disebut juga sebagai usulan penelitian yaitu suatu pernyataan tertulis mengenai rencana atau rancangan kegiatan penelitian secara keseluruhan. Jadi, proposal dapat dikatakan juga sebagai suatu gambaran untuk mengawali suatu kegiatan yang diteliti oleh peneliti secara tertulis mengenai permasalahan penelitian ataupun rencana / rancangan suatu kegiatan penelitian.
Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya yaitu :
Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasacrajan UGM, 1997):
1. Judul
2. Latar belakang & perumusan permasalahan ( keasalian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan.
3. Tujuan dan lingkup penelitian
4. Tinjauan pustaka
5. Landasan teori
6. Hipotesis
7. Cara penelitian
8. Jadwal penelitian
9. Daftar pustaka
10. Lampiran
Adapun Keterkaitan antar unsur tersebut yaitu :
unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan pustaka, dan (c) cara penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian, sedangkan tinjauan pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan, dan cara (metode) penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian. Karena ketiga unsur ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr tersebut. Bahasan di bawah ini bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar diberikan dalam bab-bab tersendiri.
Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan
Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan
(2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian.
Judul proposal penelitian
Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Judul novel cenderung menarik minat pembaca dengan mencerminkan suatu “misteri” tentang isinya sehingga pembaca tergelitik ingin tahu isinya. Bila memang judul tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses (dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang ilmunya.
Latar belakang
Dalam bagian latar belakang ada dua pertanyaan perlu dijawab yaitu : Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?
Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”, maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.
Rumusan permasalahan
Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan.
Keaslian penelitian
Pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).
Tujuan dan Lingkup Penelitian
Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Kedudukan permasalahan dapat dilihat dari pandangan tertentu yang mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu : ekplorasi (masih “meraba-raba”), deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi (mengkonfirmasikan teori), prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi (aplikasi ke tindakan). Pandangan yang lain menurut (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan tujuan penelitian (purpose of study) menjadi sembilan, yaitu: 1) mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik; 2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu; 3) menguji validitas suatu teori; 4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada; 5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan; 6) memperbaiki metodologi yang keliru; 7) memperbaiki interpretasi yang keliru; mengatasi kesulitan dalam praktek; 9) memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang “terlalu” lama atau memerlukan tenaga yang “terlalu” besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan.
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi: 1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); 2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); 3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”); 4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); 5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”); 6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”).
Landasan Teori dan Hipotesis
Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan. Catatan: untuk beberapa macam penelitian (missal penelitian yang berbasis paradigm fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai landasan teori dan hipotesis..
Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti. Karena diangkat dari landasan teori, maka hipotesis merupakan “kesimpulan teoritik” (hasil perenungan teoritis) yang perlu diuji dengan kenyataan empirik. Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya, maka isi hipotesis harus bersifat dapat diuji atau dapat dikonformasikan.
Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:
a) dirumuskan secara singkat tapi jelas.
b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;
c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).
Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian
Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan beberapa hal yaitu :
1. Ragam penelitian yang dianut ( Amirin, 1986:89, menyatakan sebagai “corak” penelitian) dapat dilihat bab “ragam penelitian”.
2. Variable – variable yang diteliti.
3. Sumber data (tempat variable berada, populasi dan sampelnya).
4. Instrument atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survey (termasuk antara lain kuesioner_.
5. Cara pengumpulan data atau survey.
6. Cara pengolahan dan analisis data.
Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.
Daftar Pustaka dan Lampiran
Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka, maka dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal. Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena sudah umum bahwa peneliti tentu membaca banyak pustaka dalam rangka penelitiannya. Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan— ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.
Lampiran dapat diisi dengan materi yang “kurang penting” dalam arti “boleh dibaca atau tidak dibaca”. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya.
Ref : http://www.docstoc.com/docs/20978478/PENYUSUNAN-PROPOSAL-PENELITIAN
http://elqorni.wordpress.com/2009/06/27/unsur-unsur-proposal-penelitian/
Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian. Propsoal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator).
Proposal penelitian adalah gambaran secara rinci tentang proses yang akan dilakukan oleh peneliti untuk dapat memecahkan suatu permasalahan penelitian. Proposal atau sering disebut juga sebagai usulan penelitian yaitu suatu pernyataan tertulis mengenai rencana atau rancangan kegiatan penelitian secara keseluruhan. Jadi, proposal dapat dikatakan juga sebagai suatu gambaran untuk mengawali suatu kegiatan yang diteliti oleh peneliti secara tertulis mengenai permasalahan penelitian ataupun rencana / rancangan suatu kegiatan penelitian.
Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya yaitu :
Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasacrajan UGM, 1997):
1. Judul
2. Latar belakang & perumusan permasalahan ( keasalian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan.
3. Tujuan dan lingkup penelitian
4. Tinjauan pustaka
5. Landasan teori
6. Hipotesis
7. Cara penelitian
8. Jadwal penelitian
9. Daftar pustaka
10. Lampiran
Adapun Keterkaitan antar unsur tersebut yaitu :
unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan pustaka, dan (c) cara penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian, sedangkan tinjauan pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan, dan cara (metode) penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian. Karena ketiga unsur ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr tersebut. Bahasan di bawah ini bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar diberikan dalam bab-bab tersendiri.
Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan
Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan
(2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian.
Judul proposal penelitian
Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Judul novel cenderung menarik minat pembaca dengan mencerminkan suatu “misteri” tentang isinya sehingga pembaca tergelitik ingin tahu isinya. Bila memang judul tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses (dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang ilmunya.
Latar belakang
Dalam bagian latar belakang ada dua pertanyaan perlu dijawab yaitu : Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?
Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”, maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.
Rumusan permasalahan
Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan.
Keaslian penelitian
Pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).
Tujuan dan Lingkup Penelitian
Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Kedudukan permasalahan dapat dilihat dari pandangan tertentu yang mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu : ekplorasi (masih “meraba-raba”), deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi (mengkonfirmasikan teori), prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi (aplikasi ke tindakan). Pandangan yang lain menurut (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan tujuan penelitian (purpose of study) menjadi sembilan, yaitu: 1) mengkaji (examine), mendeskripsikan (describe), atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik; 2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu; 3) menguji validitas suatu teori; 4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, explanasions) yang ada; 5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan; 6) memperbaiki metodologi yang keliru; 7) memperbaiki interpretasi yang keliru; mengatasi kesulitan dalam praktek; 9) memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang “terlalu” lama atau memerlukan tenaga yang “terlalu” besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan.
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi: 1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); 2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); 3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”); 4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); 5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “Keaslian penelitian”); 6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai “latar belakang”).
Landasan Teori dan Hipotesis
Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan. Catatan: untuk beberapa macam penelitian (missal penelitian yang berbasis paradigm fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai landasan teori dan hipotesis..
Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti. Karena diangkat dari landasan teori, maka hipotesis merupakan “kesimpulan teoritik” (hasil perenungan teoritis) yang perlu diuji dengan kenyataan empirik. Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya, maka isi hipotesis harus bersifat dapat diuji atau dapat dikonformasikan.
Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:
a) dirumuskan secara singkat tapi jelas.
b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;
c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).
Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian
Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan beberapa hal yaitu :
1. Ragam penelitian yang dianut ( Amirin, 1986:89, menyatakan sebagai “corak” penelitian) dapat dilihat bab “ragam penelitian”.
2. Variable – variable yang diteliti.
3. Sumber data (tempat variable berada, populasi dan sampelnya).
4. Instrument atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survey (termasuk antara lain kuesioner_.
5. Cara pengumpulan data atau survey.
6. Cara pengolahan dan analisis data.
Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.
Daftar Pustaka dan Lampiran
Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka, maka dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal. Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena sudah umum bahwa peneliti tentu membaca banyak pustaka dalam rangka penelitiannya. Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan— ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.
Lampiran dapat diisi dengan materi yang “kurang penting” dalam arti “boleh dibaca atau tidak dibaca”. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya.
Ref : http://www.docstoc.com/docs/20978478/PENYUSUNAN-PROPOSAL-PENELITIAN
http://elqorni.wordpress.com/2009/06/27/unsur-unsur-proposal-penelitian/
Senin, 19 April 2010
PRA PENULISAN ILMIAH
Dalam pra penulisan Ilmiah kita harus mengetahui apa yang latar belakang dan maksud dari :
a. Hakikat Masalah
Berisi tentang suatu masalah yang akan kita bahas dalam penulisan ilmiah.
b. Sumber Masalah
Dalam menentukan sumber masalah dalam pra penulisan ilmiah dapat diangkat atau ditarik dari suatu masalah atau kejadian yang tepat untuk diteliti ?. Diantara sumber – sumber yang dimaksud adalah :
1. Fenomena Pendidikan di Ruang Kuliah, sekolah dan masyarakat.
Terdapat berbagai macam masalah yang timbul dan menarik untuk diangkat. Misalnya : bagaimanakah cara guru mengajar di kelas ?, bagaimana orang tua mengawasi anaknya dalam bergaul ?.
2. Perubahan Teknologi dan Pengembangan Kurikulum.
Pada perkembangan teknologi seperti sekarang ini dapat menimbulkan masalah yang menarik mengenai inovasi dalam pendidikan atau proses pembelajaran. Sebagai contoh : pengajaran melalui tv, pengajaran melalui pemprograman dan melalui permainan.
3. Pengalaman Akademis
Dengan adanya pengalaman akademis maka akan menimbulkan sikap bertanya terhadap pendidikan yang berlaku dimasyarakat. Sikap bertanya juga seharusnya efektif di dalam pengembangan pengenalan terhadap masalah.
4. Berkonsultasi dengan Dosen Pengajar
Dalam membuat pra penulisan ilmiah kita juga membutuhkan pengarahan dari dosen pengajara atau dosen pembimbing. Juga merupakan sumber dalam menemukan masalah penelitian.
c. Teknik merumuskan Masalah
Dalam teknik merumuskan masalah kita juga harus mempertimbangkan bagaimana cara dalam :
1. Pemilihan Topik
Topik yaitu suatu kejadian atau peristiwa yang akan dijadikan sebagai bahan penulisan.
2. Penetapan Judul
Dalam penetapan judul ilmiah perlu difikirkan dengan baik karena judul tulisan merupakan aspek utama dan gambaran kecil dari pembahasan yang akan dibahas dan mendapat perhatian dari pembaca dan penilai karya ilmiah.
3. Latar Belakang
Dalam penulisan latar belakang, peneliti juga dapat memaparkan rangkuman hasil bacaan berupa hasil penelitian, hasil seminar atau diskusi ilmiah dan pengalaman peneliti sendiri yang mendukung topik penelitian. Oleh karena itu, peneliti boleh memunculkan masalah yang mungkin timbul dari topik sesuai dengan banyaknya variabel yang terkait dengan topik.
4. Rumusan masalah
Setiap penelitian harus mempunyai satu masalah pokok yang akan dibahas.
5. Tujuan Penelitian
Untuk mencari jawaban dari rumusan masalah yang akan dibahas.
d. Cara membuat Hipotesis yang Baik
Menurut Dahlan ( 2004 ) ada 5 tahapan yang harus diperhatikan dalam menentukan uji hipotesis yang baik dalam melakukan pengolahan data penelitian ilmiah :
1. Skala pengukuran
2. Jenis hipotesis
3. Jumlah Kelompok
4. Berpasangan atau tidaknya responden
5. Table silang
e. Ciri – ciri Hipotesis yang baik
Hipotesis yang baik memiliki empat ciri pokok yaitu :
1) hipotesis harus sesuai dengan pengetahuan yang sedang umum berlaku dalam suatu bidang.
2) hipotesisi harus tunduk pada konsistensi logika.
3) hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk sederhana.
4) Hipotesis harus dapat diuji. Bahwa hipotesis harus sesuai dengan pengetahuan yang umum berlaku adalah suatu hal yang jelas.
Ref :
http://blogbahrul.wordpress.com/2007/11/28/pemilihan-topik-latar-belakang-dan-perumusan-masalah/
http://muhammad-win-afgani.blogspot.com/2008/08/sumber-sumber-masalah-penelitian.html
http://www.fkep.unpad.ac.id/proses-belajar-mengajar/cara-cepat-menentukan-uji-hipotesis-penelitian.html/comment-page-1
a. Hakikat Masalah
Berisi tentang suatu masalah yang akan kita bahas dalam penulisan ilmiah.
b. Sumber Masalah
Dalam menentukan sumber masalah dalam pra penulisan ilmiah dapat diangkat atau ditarik dari suatu masalah atau kejadian yang tepat untuk diteliti ?. Diantara sumber – sumber yang dimaksud adalah :
1. Fenomena Pendidikan di Ruang Kuliah, sekolah dan masyarakat.
Terdapat berbagai macam masalah yang timbul dan menarik untuk diangkat. Misalnya : bagaimanakah cara guru mengajar di kelas ?, bagaimana orang tua mengawasi anaknya dalam bergaul ?.
2. Perubahan Teknologi dan Pengembangan Kurikulum.
Pada perkembangan teknologi seperti sekarang ini dapat menimbulkan masalah yang menarik mengenai inovasi dalam pendidikan atau proses pembelajaran. Sebagai contoh : pengajaran melalui tv, pengajaran melalui pemprograman dan melalui permainan.
3. Pengalaman Akademis
Dengan adanya pengalaman akademis maka akan menimbulkan sikap bertanya terhadap pendidikan yang berlaku dimasyarakat. Sikap bertanya juga seharusnya efektif di dalam pengembangan pengenalan terhadap masalah.
4. Berkonsultasi dengan Dosen Pengajar
Dalam membuat pra penulisan ilmiah kita juga membutuhkan pengarahan dari dosen pengajara atau dosen pembimbing. Juga merupakan sumber dalam menemukan masalah penelitian.
c. Teknik merumuskan Masalah
Dalam teknik merumuskan masalah kita juga harus mempertimbangkan bagaimana cara dalam :
1. Pemilihan Topik
Topik yaitu suatu kejadian atau peristiwa yang akan dijadikan sebagai bahan penulisan.
2. Penetapan Judul
Dalam penetapan judul ilmiah perlu difikirkan dengan baik karena judul tulisan merupakan aspek utama dan gambaran kecil dari pembahasan yang akan dibahas dan mendapat perhatian dari pembaca dan penilai karya ilmiah.
3. Latar Belakang
Dalam penulisan latar belakang, peneliti juga dapat memaparkan rangkuman hasil bacaan berupa hasil penelitian, hasil seminar atau diskusi ilmiah dan pengalaman peneliti sendiri yang mendukung topik penelitian. Oleh karena itu, peneliti boleh memunculkan masalah yang mungkin timbul dari topik sesuai dengan banyaknya variabel yang terkait dengan topik.
4. Rumusan masalah
Setiap penelitian harus mempunyai satu masalah pokok yang akan dibahas.
5. Tujuan Penelitian
Untuk mencari jawaban dari rumusan masalah yang akan dibahas.
d. Cara membuat Hipotesis yang Baik
Menurut Dahlan ( 2004 ) ada 5 tahapan yang harus diperhatikan dalam menentukan uji hipotesis yang baik dalam melakukan pengolahan data penelitian ilmiah :
1. Skala pengukuran
2. Jenis hipotesis
3. Jumlah Kelompok
4. Berpasangan atau tidaknya responden
5. Table silang
e. Ciri – ciri Hipotesis yang baik
Hipotesis yang baik memiliki empat ciri pokok yaitu :
1) hipotesis harus sesuai dengan pengetahuan yang sedang umum berlaku dalam suatu bidang.
2) hipotesisi harus tunduk pada konsistensi logika.
3) hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk sederhana.
4) Hipotesis harus dapat diuji. Bahwa hipotesis harus sesuai dengan pengetahuan yang umum berlaku adalah suatu hal yang jelas.
Ref :
http://blogbahrul.wordpress.com/2007/11/28/pemilihan-topik-latar-belakang-dan-perumusan-masalah/
http://muhammad-win-afgani.blogspot.com/2008/08/sumber-sumber-masalah-penelitian.html
http://www.fkep.unpad.ac.id/proses-belajar-mengajar/cara-cepat-menentukan-uji-hipotesis-penelitian.html/comment-page-1
Selasa, 06 April 2010
Penjelasan Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah menurut beberapa ahli yaitu :
Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
Sedangkan Ostle (1975), berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.”
Adapun menurut Barnamid (1994:85), “ metode ilmiah adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin ilmu, maka usaha pengembangan metode itu sendiri merupakan syarat mutlak.”
Adapun menurut George Kneller menegaskan bahwa metode ilmiah merupakan struktur rasional dari penyelidikan ilmiah yang disitu pangkal-pangkal duga disusun dan diuji.
Sedangkan Harold Titus menyatakan pula bahwa metode ilmiah merupakan proses atau langkah untuk memperoleh pengetahuan.
Maka dapat disimpulkan bahwa metode ilmiah atau dsebut juga sebagai proses ilmiah merupakan proses keilmuan atau langkah untuk memperoleh pengetahuan, sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin ilmu dari penyelidikan ilmiah yang disusun untuk diuji.
Didalam menuyusun metode ilmiah atau proses ilmiah dibutukan beberapa langkah – langkah yaitu :
• Observasi Awal
Yaitu untuk mengumpulkan informasi atau data – data segala sesuatu yang berhubungan dengan topic yang akan dibahas, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang behubungan dengan topic yang akan dipakai.
Sebagai contoh :
1. Mengunakan referensi seperti buku, jurnal, artikel, Koran dll..
2. Kumpulkan informasi dari para ahli seperti insinyur, peneliti, dll..
• Mengidentifikasi Masalah
Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan bukan dengan jawaban ya atau tidak.
• Merumuskan atau Menyususn Hipotesis
Hipotesis yaitu suatu dugaan sementara mengenai penyelesaian masalah yang diajukan dalam penulisan karya ilmiah. Hipotesis dinyatakan sebelum peneliti seksama atas topic karya ilmiah. Oleh karena itu, hipotesis ini perlu diuji terlebih dahulu, perlu diingat apabila hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan adalah salah.
• Melakukan Eksperimen
Yaitu suatu proses untuk menguji hipotesis yang akan diajukan. Perhitungkan semua variable yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Di dalam melakukan eksperimen ada tiga jenis variable yang perlu diperhatikan yaitu : variable bebas, variable terikat dan variable control.
• Menyimpulkan Hasil Eksperimen
Suatu pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Untuk menghasilkan eksperimen yang berentangan dengan hipotesis termasuk didalamnya. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
Dengan catatan jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis jangan ubah hipotesis, jangan abaikan hasil eksperimen, berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai, berikan cara – cara yang mungkin dilakukan selanjutanya untuk menemukan penyebab ketidakpastian.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam menyusun suatu metode ilmiah atau bisa dsebut juga sebagai penulisan ilmiah harus melalui langkah – langkah yang dijelaskan di atas.
Ref:
http://mipasmk20.blogspot.com/2009/07/metode-ilmiah.html
http://khaerul21.wordpress.com/2009/03/25/metode-ilmiah/
Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
Sedangkan Ostle (1975), berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.”
Adapun menurut Barnamid (1994:85), “ metode ilmiah adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin ilmu, maka usaha pengembangan metode itu sendiri merupakan syarat mutlak.”
Adapun menurut George Kneller menegaskan bahwa metode ilmiah merupakan struktur rasional dari penyelidikan ilmiah yang disitu pangkal-pangkal duga disusun dan diuji.
Sedangkan Harold Titus menyatakan pula bahwa metode ilmiah merupakan proses atau langkah untuk memperoleh pengetahuan.
Maka dapat disimpulkan bahwa metode ilmiah atau dsebut juga sebagai proses ilmiah merupakan proses keilmuan atau langkah untuk memperoleh pengetahuan, sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin ilmu dari penyelidikan ilmiah yang disusun untuk diuji.
Didalam menuyusun metode ilmiah atau proses ilmiah dibutukan beberapa langkah – langkah yaitu :
• Observasi Awal
Yaitu untuk mengumpulkan informasi atau data – data segala sesuatu yang berhubungan dengan topic yang akan dibahas, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang behubungan dengan topic yang akan dipakai.
Sebagai contoh :
1. Mengunakan referensi seperti buku, jurnal, artikel, Koran dll..
2. Kumpulkan informasi dari para ahli seperti insinyur, peneliti, dll..
• Mengidentifikasi Masalah
Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan bukan dengan jawaban ya atau tidak.
• Merumuskan atau Menyususn Hipotesis
Hipotesis yaitu suatu dugaan sementara mengenai penyelesaian masalah yang diajukan dalam penulisan karya ilmiah. Hipotesis dinyatakan sebelum peneliti seksama atas topic karya ilmiah. Oleh karena itu, hipotesis ini perlu diuji terlebih dahulu, perlu diingat apabila hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan adalah salah.
• Melakukan Eksperimen
Yaitu suatu proses untuk menguji hipotesis yang akan diajukan. Perhitungkan semua variable yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Di dalam melakukan eksperimen ada tiga jenis variable yang perlu diperhatikan yaitu : variable bebas, variable terikat dan variable control.
• Menyimpulkan Hasil Eksperimen
Suatu pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Untuk menghasilkan eksperimen yang berentangan dengan hipotesis termasuk didalamnya. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
Dengan catatan jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis jangan ubah hipotesis, jangan abaikan hasil eksperimen, berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai, berikan cara – cara yang mungkin dilakukan selanjutanya untuk menemukan penyebab ketidakpastian.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam menyusun suatu metode ilmiah atau bisa dsebut juga sebagai penulisan ilmiah harus melalui langkah – langkah yang dijelaskan di atas.
Ref:
http://mipasmk20.blogspot.com/2009/07/metode-ilmiah.html
http://khaerul21.wordpress.com/2009/03/25/metode-ilmiah/
Jumat, 19 Maret 2010
Definisi mengenai Karya Ilmiah
Karya ilmiah dapat disebut juga sebagai karangan ilmiah atau laporan ilmiah. Menurut beberapa ahli karangan ilmiah yaitu :
a. Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar.
b. Drs.Totok Djuroto dan Dr. Bambang Supriyadi dijelaskan bahwa karya ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematis berdasar pada metode ilmiah, untuk mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang muncul sebelumnya.
c. Menurut Hery Firman, karya ilmiah adalah laporan tertulis dan di publikasikan dipaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan karya ilmiah adalah hasil penelitian atau pengkajian dari serangkaian kegiatan yang dilakukan seseorang atau sebuah tim yang sistematis berdasarkan pada metode ilmiah, etika keilmuan, memenuhi kaidah dan menurut metodolog penulisan yang baik dan benar agar mendapatkan kawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang ada.
Adapun didalam karya ilmiah ada beberapa macam dari karya ilmiah tersebut, seperti :
1. Makalah ( dalam seminar atau symposium ) yaitu suatu karya ilmiah yang membahas suatu pokok permasalahan yang digunakan sebagai hasil penelitian yang disampaikan secara ilmiah ( seminar ).
2. Artikel yaitu suatu karya tulis atau karangan yang dimuat dalam media massa, karangan yang bertujuan untuk meyakinkan,membahas isu – isu tertentu, mendidik, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat.
3. Skripsi ( tugas akhir ) yaitu karya ilmiah yang ditulis berdasarkan suatu hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dapat dipertahankan di depan sidang ujian dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.
4. Tesis yaitu karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister dan mencoba membahas mengungkapkan persoalan ilmiah secara kristis.
5. Disertasi yaitu karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.).
Dalam membuat suatu karya ilmiah ada 4 ciri – ciri yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :
a. Struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal yaitu pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
b. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
c. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
d. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Apapun jenis karya ilmiah yang ditulis oleh ilmuwan atau penulis lainnya tetap mempunyai manfaat yang berarti bagi pembaca. Manfaat dari karya ilmiah yaitu :
1. Melatih berpikir tertib dan teratur karena menulis ilmiah harus mengikuti tata cara penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan / kaidah standar, disajikan teratur, runtun dan tertib.
2. Menulis ilmiah memerlukan literatur, buku-buku ilmiah, kamus, ensiklopedia yang disusun tertib.
3. Pada hakikatnya sebuah karangan ilmiah yaitu laporan tentang suatu kebenaran yang diperoleh dari hasil suatu penelitian.
4. Dalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab pembahasan yang berfungsi menganalisis, memecahkan dan menjawab setiap permasalahan sampai tuntas hingga ditemukan sebuah jawaban.
5. Karena didalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab landasan teori atau kerangka teoritis yang berfungsi memaparkan teori – teori para ahli serta mengomentari atau mengkritiknya untuk memperkuat argumen penulis.
6. Bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah harus jelas atau harus bermakna tunggal tidak boleh ambigu), penempatan gatra ( unsure fungsional dalam kalimat harus lengkap dan tepat) dan diksi atau pilihan kata harus tepat.
Referensi :
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090730182538AAjuvVy
http://fuad30.blog.friendster.com/2008/10/karya-ilmiah/
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/bahasa-indonesia/pengertian-karya-ilmiah
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/hakikat-karya-ilmiah-ciri-ciri-jenis-karya-ilmiah-sikap-ilmiah-dan-kesalahan-dalam-penulisan-ilmiah/
http://id.shvoong.com/humanities/1914052-manfaat-menulis-ilmiah/
a. Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar.
b. Drs.Totok Djuroto dan Dr. Bambang Supriyadi dijelaskan bahwa karya ilmiah merupakan serangkaian kegiatan penulisan berdasarkan hasil penelitian, yang sistematis berdasar pada metode ilmiah, untuk mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang muncul sebelumnya.
c. Menurut Hery Firman, karya ilmiah adalah laporan tertulis dan di publikasikan dipaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan karya ilmiah adalah hasil penelitian atau pengkajian dari serangkaian kegiatan yang dilakukan seseorang atau sebuah tim yang sistematis berdasarkan pada metode ilmiah, etika keilmuan, memenuhi kaidah dan menurut metodolog penulisan yang baik dan benar agar mendapatkan kawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang ada.
Adapun didalam karya ilmiah ada beberapa macam dari karya ilmiah tersebut, seperti :
1. Makalah ( dalam seminar atau symposium ) yaitu suatu karya ilmiah yang membahas suatu pokok permasalahan yang digunakan sebagai hasil penelitian yang disampaikan secara ilmiah ( seminar ).
2. Artikel yaitu suatu karya tulis atau karangan yang dimuat dalam media massa, karangan yang bertujuan untuk meyakinkan,membahas isu – isu tertentu, mendidik, atau kasus yang berkembang dalam masyarakat.
3. Skripsi ( tugas akhir ) yaitu karya ilmiah yang ditulis berdasarkan suatu hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dapat dipertahankan di depan sidang ujian dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.
4. Tesis yaitu karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister dan mencoba membahas mengungkapkan persoalan ilmiah secara kristis.
5. Disertasi yaitu karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.).
Dalam membuat suatu karya ilmiah ada 4 ciri – ciri yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu :
a. Struktur sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal yaitu pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
b. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
c. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
d. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Apapun jenis karya ilmiah yang ditulis oleh ilmuwan atau penulis lainnya tetap mempunyai manfaat yang berarti bagi pembaca. Manfaat dari karya ilmiah yaitu :
1. Melatih berpikir tertib dan teratur karena menulis ilmiah harus mengikuti tata cara penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan / kaidah standar, disajikan teratur, runtun dan tertib.
2. Menulis ilmiah memerlukan literatur, buku-buku ilmiah, kamus, ensiklopedia yang disusun tertib.
3. Pada hakikatnya sebuah karangan ilmiah yaitu laporan tentang suatu kebenaran yang diperoleh dari hasil suatu penelitian.
4. Dalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab pembahasan yang berfungsi menganalisis, memecahkan dan menjawab setiap permasalahan sampai tuntas hingga ditemukan sebuah jawaban.
5. Karena didalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab landasan teori atau kerangka teoritis yang berfungsi memaparkan teori – teori para ahli serta mengomentari atau mengkritiknya untuk memperkuat argumen penulis.
6. Bahasa yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah harus jelas atau harus bermakna tunggal tidak boleh ambigu), penempatan gatra ( unsure fungsional dalam kalimat harus lengkap dan tepat) dan diksi atau pilihan kata harus tepat.
Referensi :
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090730182538AAjuvVy
http://fuad30.blog.friendster.com/2008/10/karya-ilmiah/
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/bahasa-indonesia/pengertian-karya-ilmiah
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/hakikat-karya-ilmiah-ciri-ciri-jenis-karya-ilmiah-sikap-ilmiah-dan-kesalahan-dalam-penulisan-ilmiah/
http://id.shvoong.com/humanities/1914052-manfaat-menulis-ilmiah/
Minggu, 14 Maret 2010
Penalaran Induktif
Penalaran yaitu suatu proses berfikir dimana didalam proses berfikir tersebut sangat bertolak berlakang dari pengamatan indera yang dapat menghasilkan suatu konsep dan pengertian. Didalam suatu penalaran dikenal juga menalar yaitu dimana terbentuknya suatu proposisi – proposisi atau semacam gagasan, ide yang sejenis berdasarkan jumlah proposisi yang dianggap benar, beberapa orang menyimpulkan bahwa sebuah proposisi atau gagasan yang baru sebelumnya tidak diketahui.
Metode induktif merupakan kebalikan dari metode deduktif yaitu suatu penalaran yang digunakan dalam berfikir suatu peristiwa khusus dengan bertolak dari hal – hal yang khusus ke umum. Didalam penalaran induktif sangat berkaitan erat dengan pengamatan inderawi atau disebut juga observasi. Untuk melakukan penelitian tidak harus memiliki konsep yang canggih tetapi cukup dengan mengamati dan dari pengamatan tersebut kita mendapatkan suatu kesimpulan yang berlaku umum.
Sebagai contoh : Masyarakat Indonesia umumnya dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.
Bentuk-bentuk didalam Penalaran Induktif :
a. Generalisasi : Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
b. Analogi : membandingkan 2 hal yang berbeda dengan mencari kesamaan atau perumpamaan.
Contoh dari analog yaitu :
Susi adalah anak yang pintar oleh karena itu susi dapat lulus dengan nilai yang baik.
c. Kausal : Hubungan kausal : penalaran yang diperoleh dari suatu gejala yang saling berhubungan satu sama lainnya.
Adapun macam – macam hubungan kausal :
1) Sebab- akibat.
Orang membuang sampah sembarangan di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
2) Akibat – Sebab.
Sisil sakit kali ini disebabkan dia kemarin hujan saat pulang sekolah.
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://sepitri.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.2
Metode induktif merupakan kebalikan dari metode deduktif yaitu suatu penalaran yang digunakan dalam berfikir suatu peristiwa khusus dengan bertolak dari hal – hal yang khusus ke umum. Didalam penalaran induktif sangat berkaitan erat dengan pengamatan inderawi atau disebut juga observasi. Untuk melakukan penelitian tidak harus memiliki konsep yang canggih tetapi cukup dengan mengamati dan dari pengamatan tersebut kita mendapatkan suatu kesimpulan yang berlaku umum.
Sebagai contoh : Masyarakat Indonesia umumnya dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.
Bentuk-bentuk didalam Penalaran Induktif :
a. Generalisasi : Proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
b. Analogi : membandingkan 2 hal yang berbeda dengan mencari kesamaan atau perumpamaan.
Contoh dari analog yaitu :
Susi adalah anak yang pintar oleh karena itu susi dapat lulus dengan nilai yang baik.
c. Kausal : Hubungan kausal : penalaran yang diperoleh dari suatu gejala yang saling berhubungan satu sama lainnya.
Adapun macam – macam hubungan kausal :
1) Sebab- akibat.
Orang membuang sampah sembarangan di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
2) Akibat – Sebab.
Sisil sakit kali ini disebabkan dia kemarin hujan saat pulang sekolah.
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://sepitri.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.2
Pengertian Penalaran Deduktif
Apakah kalian tau apa yang dimaksud dengan penalaran??? Disini saya akan menjelaskan apa itu penalaran.
Penalaran yaitu suatu proses berfikir dimana didalam proses berfikir tersebut sangat bertolak berlakang dari pengamatan indera yang dapat menghasilkan suatu konsep dan pengertian. Didalam suatu penalaran dikenal juga menalar yaitu dimana terbentuknya suatu proposisi – proposisi atau semacam gagasan, ide yang sejenis berdasarkan jumlah proposisi yang dianggap benar, beberapa orang menyimpulkan bahwa sebuah proposisi atau gagasan yang baru sebelumnya tidak diketahui.
Di dalam penalaran terdapat metode yaitu metode deduktif. Dimana pengertiannya sebagai berikut :
Metode deduktif merupakan suatu prosedur dimana yang menerapkan suatu peristiwa atau hal – hal yang umum dimana telah diketahui atau diyakini dan berakhir pada suatu kesimpulan yang yang bersifat lebih khusus. Didalam suatu penalaran deduktif dapat kita ketahui yaitu metode ini diawali dari suatu pembentukan teori, hipotesa, definisi operasional, instrument dan operasionalisasi. Dimana dengan kata lain, untuk kita dapat memahami suatu gejala atau peristiwa terlebih dahulu kita harus mengetahui konsep dan teori tentang gejala atau peristiwa tersebut dan selanjutnya kita lakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konsep dan teori merupakan salah satu kata kunci untuk memahami suatu gejala atau peristiwa yang terjadi.
Sebagai contoh : generalisasi
Radio yaitu suatu benda elektronik yang membutuhan listrik sebagai daya operasi.
Didalam penalaran deduktif dapat ditarik kesimpulan bahwa secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang disebut dengan silogisme. Silogisme dapat disebut juga sebagai premis yang kemudian premis dibagi menjadi dua yaitu premis mayor dan premis minor.
Berikut adalah contoh dari premis mayor dan minor :
Semua mahluk hidup perlu makan untuk mempertahanka hidupnya (Premis mayor)
Joko adalah seorang mahluk hidup (Premis minor)
Jenis – jenis penalaran deduktif yaitu :
a. Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
b. Silogisme Hipotesis: Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
c. Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
d. Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Beberapa Konsep dan simbol dalam penalaran yaitu :
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan suatu simbol. Dimana simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud dalam penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah suatu kalimat (kalimat berita) dan menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan keterangan diatas bahwa tiga bentuk didalam pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi tersebut digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari suatu rangkaian pengertian.
Didalam penalaran ada beberapa syarat – syarat kebenaran dalam penalaran yaitu :
Jika seseorang melakukan penalaran maka orang tersebut menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
• Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
• Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa penalaran induktif dan deduktif sangat berkaitan erat dalam mengadakan suatu karya ilmiah yang dapat digunakan secara bersama – sama.
Referansi :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/penalaran-deduktif-4/
http://kuliahfilsafat.wordpress.com/2009/11/22/pengertian-sejarah-dan-macam-macam-logika/
http://rozi.ngeblogs.com/archives/13
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://www.enjang-ruhiat.web.ugm.ac.id/?p=8
http://sepitri.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.2
Penalaran yaitu suatu proses berfikir dimana didalam proses berfikir tersebut sangat bertolak berlakang dari pengamatan indera yang dapat menghasilkan suatu konsep dan pengertian. Didalam suatu penalaran dikenal juga menalar yaitu dimana terbentuknya suatu proposisi – proposisi atau semacam gagasan, ide yang sejenis berdasarkan jumlah proposisi yang dianggap benar, beberapa orang menyimpulkan bahwa sebuah proposisi atau gagasan yang baru sebelumnya tidak diketahui.
Di dalam penalaran terdapat metode yaitu metode deduktif. Dimana pengertiannya sebagai berikut :
Metode deduktif merupakan suatu prosedur dimana yang menerapkan suatu peristiwa atau hal – hal yang umum dimana telah diketahui atau diyakini dan berakhir pada suatu kesimpulan yang yang bersifat lebih khusus. Didalam suatu penalaran deduktif dapat kita ketahui yaitu metode ini diawali dari suatu pembentukan teori, hipotesa, definisi operasional, instrument dan operasionalisasi. Dimana dengan kata lain, untuk kita dapat memahami suatu gejala atau peristiwa terlebih dahulu kita harus mengetahui konsep dan teori tentang gejala atau peristiwa tersebut dan selanjutnya kita lakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konsep dan teori merupakan salah satu kata kunci untuk memahami suatu gejala atau peristiwa yang terjadi.
Sebagai contoh : generalisasi
Radio yaitu suatu benda elektronik yang membutuhan listrik sebagai daya operasi.
Didalam penalaran deduktif dapat ditarik kesimpulan bahwa secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang disebut dengan silogisme. Silogisme dapat disebut juga sebagai premis yang kemudian premis dibagi menjadi dua yaitu premis mayor dan premis minor.
Berikut adalah contoh dari premis mayor dan minor :
Semua mahluk hidup perlu makan untuk mempertahanka hidupnya (Premis mayor)
Joko adalah seorang mahluk hidup (Premis minor)
Jenis – jenis penalaran deduktif yaitu :
a. Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
b. Silogisme Hipotesis: Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
c. Silogisme Alternatif : Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
d. Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Beberapa Konsep dan simbol dalam penalaran yaitu :
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan suatu simbol. Dimana simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud dalam penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah suatu kalimat (kalimat berita) dan menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.
Berdasarkan keterangan diatas bahwa tiga bentuk didalam pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi. Dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi tersebut digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari suatu rangkaian pengertian.
Didalam penalaran ada beberapa syarat – syarat kebenaran dalam penalaran yaitu :
Jika seseorang melakukan penalaran maka orang tersebut menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
• Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
• Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa penalaran induktif dan deduktif sangat berkaitan erat dalam mengadakan suatu karya ilmiah yang dapat digunakan secara bersama – sama.
Referansi :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/penalaran-deduktif-4/
http://kuliahfilsafat.wordpress.com/2009/11/22/pengertian-sejarah-dan-macam-macam-logika/
http://rozi.ngeblogs.com/archives/13
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://www.enjang-ruhiat.web.ugm.ac.id/?p=8
http://sepitri.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.2
Senin, 28 Desember 2009
Riset Pemasaran
Perilaku Konsumen
MENGENAL RISET PEMASARAN
Tahukah kamu apa itu Riset Pemasaran ??
Menurut beberapa ahli mendefinisikan bahwa Riset Pemasaran yaitu :
Menurut WY. Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.
Menurut H. Nystrom pemasaran adalah suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.
Menurut Philip dan Duncan pemasaran adalah sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen.
Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat / American Merketing Association pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Jadi dapat disimpulkan beberapa ahli mengemukakan bahwa riset pemasaran adalah suatu system yang meliputi seluruh system yang berhubungan dengan tujuan perencanaan & dapat menentukan harga hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat disalurkan dari produsen ke konsumen.
Konsep yang berkaitan dengan riset pemasaran :
• Berorientasi pada konsumen.
• Mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang, tidak semata-mata untuk meningkatkan volume penjualan
• Mengintegrasikan dan mengkoordinasi pemasaran dengan fungsi perusahaan.
Adapun beberapa peran dalam Riset pemasaran, diantaranya ialah :
• Merupakan cara yang efektif untuk menentukan produk atau layanan (baru) yang laku jual.
• Merupakan sarana manajemen yang efektif dan efisien.
• Merupakan sarana yang baik secara metodologi dan statistik.
• Merupakan proses ilmiah yang bersifat netral dan memberikan hasil yang tidak bias/valid.
• Merupakan sarana mendekatkan perusahaan dengan konsumen atau promosi secara halus.
• Dapat menunjukkan cara-cara dalam menembus hambatan-hambatan dalam proses penjualan produk/jasa.
Untuk mendapatkan proyek riset secara efektif diperlukan antisipasi terhadap seluruh langkah proses riset. Adapun 9 langkah – langkah dalam proses Riset Pemasaran yaitu :
1. Menetapkan kebutuhan akan informasi
2. Menentukan sasaran riset dan kebutuhan akan informasi
3. Menentukan sumber data
4. Mengembangkan bentuk pengumpulan data
5. Merancang sample
6. Mengumpulkan data
7. Mengolah data
8. Menganalisis data
9. Menyajikan hasil riset
Adapun beberapa yang masuk ke dalam 3 jenis desain riset, yaitu :
1. Eksploratori à tujuan utama riset adalah untuk memperoleh pandangan yang mendalam dan menyeluruh mengenai masalah yang sebenarnya dihadapi perusahaan. Jadi informasi yang dicari sekedar untuk mengetahui permasalahan dasar.
2. Deskriptif à tujuan utama riset adalah untuk menggambarkan sesuatu
3. Kausal à tujuan utama riset adalah untuk membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi dari variabel-variabel yang diteliti
Referensi :
http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-pemasaran-menurut-para-ahli-ilmu-manajemen-pemasaran-marketing-dasar
http://www.contohskripsitesis.com/backup/Panduan/Riset%20Pemasaran%20dgn%20SPSS.doc
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/manajemen-pemasaran/riset-pemasaran
http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,39,tahap-tahap-melakukan-riset-pemasaran
MENGENAL RISET PEMASARAN
Tahukah kamu apa itu Riset Pemasaran ??
Menurut beberapa ahli mendefinisikan bahwa Riset Pemasaran yaitu :
Menurut WY. Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.
Menurut H. Nystrom pemasaran adalah suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.
Menurut Philip dan Duncan pemasaran adalah sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen.
Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat / American Merketing Association pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Jadi dapat disimpulkan beberapa ahli mengemukakan bahwa riset pemasaran adalah suatu system yang meliputi seluruh system yang berhubungan dengan tujuan perencanaan & dapat menentukan harga hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat disalurkan dari produsen ke konsumen.
Konsep yang berkaitan dengan riset pemasaran :
• Berorientasi pada konsumen.
• Mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang, tidak semata-mata untuk meningkatkan volume penjualan
• Mengintegrasikan dan mengkoordinasi pemasaran dengan fungsi perusahaan.
Adapun beberapa peran dalam Riset pemasaran, diantaranya ialah :
• Merupakan cara yang efektif untuk menentukan produk atau layanan (baru) yang laku jual.
• Merupakan sarana manajemen yang efektif dan efisien.
• Merupakan sarana yang baik secara metodologi dan statistik.
• Merupakan proses ilmiah yang bersifat netral dan memberikan hasil yang tidak bias/valid.
• Merupakan sarana mendekatkan perusahaan dengan konsumen atau promosi secara halus.
• Dapat menunjukkan cara-cara dalam menembus hambatan-hambatan dalam proses penjualan produk/jasa.
Untuk mendapatkan proyek riset secara efektif diperlukan antisipasi terhadap seluruh langkah proses riset. Adapun 9 langkah – langkah dalam proses Riset Pemasaran yaitu :
1. Menetapkan kebutuhan akan informasi
2. Menentukan sasaran riset dan kebutuhan akan informasi
3. Menentukan sumber data
4. Mengembangkan bentuk pengumpulan data
5. Merancang sample
6. Mengumpulkan data
7. Mengolah data
8. Menganalisis data
9. Menyajikan hasil riset
Adapun beberapa yang masuk ke dalam 3 jenis desain riset, yaitu :
1. Eksploratori à tujuan utama riset adalah untuk memperoleh pandangan yang mendalam dan menyeluruh mengenai masalah yang sebenarnya dihadapi perusahaan. Jadi informasi yang dicari sekedar untuk mengetahui permasalahan dasar.
2. Deskriptif à tujuan utama riset adalah untuk menggambarkan sesuatu
3. Kausal à tujuan utama riset adalah untuk membuktikan hubungan sebab akibat atau hubungan mempengaruhi dan dipengaruhi dari variabel-variabel yang diteliti
Referensi :
http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-pemasaran-menurut-para-ahli-ilmu-manajemen-pemasaran-marketing-dasar
http://www.contohskripsitesis.com/backup/Panduan/Riset%20Pemasaran%20dgn%20SPSS.doc
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/manajemen-pemasaran/riset-pemasaran
http://www.midas-solusi.com/knowledge-space,en,detail,39,tahap-tahap-melakukan-riset-pemasaran
Citra Produk
Perilaku Konsumen
BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN CITRA PRODUK PERUSAHAAN
Apasih Citra Produk??
Citra produk merupakan salah satu dari factor keberhasilan dalam perusahaan yang ingin meningkatkan nilai jual produk dan gambaran yang diperoleh konsumen mengenai produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
Di dalam menghadapi persaingan, perusahaan juga dtuntun untuk bagaimana perusahaan dapat membuat citra produk. Untuk mendapatkan perhatian pasar dan bagaimana perusahaan dapat membuat citra produk yang baik untuk konsumen adalah dengan cara strategi penempatan (positioning) produk.
Menurut Tjiptono positioning yaitu tindakan membangun dan mengkomunikasikan manfaat produk yang istimewa dari produk didalam pasar. Apabila suatu perusahaan yang telah berhasil memposisikan produknya dengan baik berarti perusahaan tersebut telah berhasil menciptakan citra produk terhadap konsumen.
Citra produk dapat terbentuk dengan berbagai macam, misalkan : pengalaman langsung dari konsumen yang pernah memskai atau mencoba produk tersebut, perbandingan yang dlakukan oleh konsumen yang pernah menggunakan produk tersebut, kisah dari teman, keluarga tentang baik tidaknya produk.
Disamping itu iklan juga dapaqt dipakai untuk mempertahankan dan memperbaiki citra produk dari perusahaan tersebut. Karena yang menilai bagus atau tidaknya produk tersebut bukanlah produsen melaikan konsumen. Apabila konsumen sudah mengecap produk tersebut bagus maka perusahaan sebaiknya mempertahankan produk tersebet dan dibuat lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Kemudian baru perusahaan mempertimbangkan harga, perbandingan produk, kemasan dan lain – lain. Namun apabila konsumen sudah mengecap suatu produk tersebut tidak bagus maka jangan heran apabila dalam satu atau beberapa bulan omset yang didapat dari perusahaan akan turun perlahan – lahan atau bahkan akan turun secara signifikan.
Akan tetapi, pemasangan iklan untuk meningkatkan citra produk hendaknya dapat disesuaikan dengan massanya. Misalakan produk otomatif sangat tepat dimuat dimajalah otomotif. Namun didalam majalah tersebut harus ada paling tidak sedikit harus terdapat berita yang memuat tren – tren otomotif masa kini. Dapat disimpulkan segmentasi pasar yang digunakan harus dengan target group yang ingin dicapai oleh perusahaan benar – benar tepat sasaran.
Produsen sabun menggunakan bintang - bintang film terkenal yang cantik untuk mempromosikan produknya. Harapannya adalah publik mempersepsikan sabun produknya dikonsumsi oleh bintang-bintang film itu. Jamu menggunakan seorang tokoh intelektual terkenal untuk mencitrakan konsumen penggunanya. Produsen pelumas mempergunakan figur pembalap mobil formula sebagai ikon untuk membagun citra produknya.
Pada era kompetisi semua perusahaan berlomba - lomba membangun citra produknya. Sekali citra produk mengalami penurunan maka diperlukan perjuangan yang jauh lebih mahal untuk mengangkatnya kembali. Kecelakaan bisa disebabkan dari dalam maupun serangan dari luar. Beberapa minggu yang lalu ketika sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) mengeluarkan hasil penelitiannya bahwa banyak minuman isotonik pengganti ion tubuh yang beredar di Indonesia mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan, maka ramai - ramailah perusa - haan penghasil minuman isotonik itu pasang iklan besar - besar di media massa untuk ”melawan” dan meyakinkan publik bahwa produknya aman untuk dikonsumsi.
Jadi dalam mempertahankan suatu citra produk maka kita juga harus dapat mempertahankan produk tersebut.
Referensi :
http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptumm-gdl-s1-2003-sitifahrin-283
http://www.perfspot.com/docs/doc.asp?id=45766
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/manajemen/pengaruh-penempatan-positioning-produk-terhadap-citra-produk-studi-pada-pen
http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3020&Itemid=341
BAGAIMANA MEMPERTAHANKAN CITRA PRODUK PERUSAHAAN
Apasih Citra Produk??
Citra produk merupakan salah satu dari factor keberhasilan dalam perusahaan yang ingin meningkatkan nilai jual produk dan gambaran yang diperoleh konsumen mengenai produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
Di dalam menghadapi persaingan, perusahaan juga dtuntun untuk bagaimana perusahaan dapat membuat citra produk. Untuk mendapatkan perhatian pasar dan bagaimana perusahaan dapat membuat citra produk yang baik untuk konsumen adalah dengan cara strategi penempatan (positioning) produk.
Menurut Tjiptono positioning yaitu tindakan membangun dan mengkomunikasikan manfaat produk yang istimewa dari produk didalam pasar. Apabila suatu perusahaan yang telah berhasil memposisikan produknya dengan baik berarti perusahaan tersebut telah berhasil menciptakan citra produk terhadap konsumen.
Citra produk dapat terbentuk dengan berbagai macam, misalkan : pengalaman langsung dari konsumen yang pernah memskai atau mencoba produk tersebut, perbandingan yang dlakukan oleh konsumen yang pernah menggunakan produk tersebut, kisah dari teman, keluarga tentang baik tidaknya produk.
Disamping itu iklan juga dapaqt dipakai untuk mempertahankan dan memperbaiki citra produk dari perusahaan tersebut. Karena yang menilai bagus atau tidaknya produk tersebut bukanlah produsen melaikan konsumen. Apabila konsumen sudah mengecap produk tersebut bagus maka perusahaan sebaiknya mempertahankan produk tersebet dan dibuat lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Kemudian baru perusahaan mempertimbangkan harga, perbandingan produk, kemasan dan lain – lain. Namun apabila konsumen sudah mengecap suatu produk tersebut tidak bagus maka jangan heran apabila dalam satu atau beberapa bulan omset yang didapat dari perusahaan akan turun perlahan – lahan atau bahkan akan turun secara signifikan.
Akan tetapi, pemasangan iklan untuk meningkatkan citra produk hendaknya dapat disesuaikan dengan massanya. Misalakan produk otomatif sangat tepat dimuat dimajalah otomotif. Namun didalam majalah tersebut harus ada paling tidak sedikit harus terdapat berita yang memuat tren – tren otomotif masa kini. Dapat disimpulkan segmentasi pasar yang digunakan harus dengan target group yang ingin dicapai oleh perusahaan benar – benar tepat sasaran.
Produsen sabun menggunakan bintang - bintang film terkenal yang cantik untuk mempromosikan produknya. Harapannya adalah publik mempersepsikan sabun produknya dikonsumsi oleh bintang-bintang film itu. Jamu menggunakan seorang tokoh intelektual terkenal untuk mencitrakan konsumen penggunanya. Produsen pelumas mempergunakan figur pembalap mobil formula sebagai ikon untuk membagun citra produknya.
Pada era kompetisi semua perusahaan berlomba - lomba membangun citra produknya. Sekali citra produk mengalami penurunan maka diperlukan perjuangan yang jauh lebih mahal untuk mengangkatnya kembali. Kecelakaan bisa disebabkan dari dalam maupun serangan dari luar. Beberapa minggu yang lalu ketika sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) mengeluarkan hasil penelitiannya bahwa banyak minuman isotonik pengganti ion tubuh yang beredar di Indonesia mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan, maka ramai - ramailah perusa - haan penghasil minuman isotonik itu pasang iklan besar - besar di media massa untuk ”melawan” dan meyakinkan publik bahwa produknya aman untuk dikonsumsi.
Jadi dalam mempertahankan suatu citra produk maka kita juga harus dapat mempertahankan produk tersebut.
Referensi :
http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptumm-gdl-s1-2003-sitifahrin-283
http://www.perfspot.com/docs/doc.asp?id=45766
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/manajemen/pengaruh-penempatan-positioning-produk-terhadap-citra-produk-studi-pada-pen
http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3020&Itemid=341
PERSEPSI
Perilaku konsumen
PENGERTIAN PERSEPSI DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI
Menurut beberapa ahli mencoba mendefinisikan tentang Persepsi :
Menurut Bimo Waligito persepsi yaitu proses yang terjadi di dalam diri individu yang dimulai dengan diterimanya rangsang, sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya.
Menurut Davidoff persepsi yaitu proses pengorganisasian dan penginterpretasian terhadap stimulus oleh organisme atau individu sehingga didapat sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri individu.
Menurut Bower persepsi yaitu interpretasi tentang apa yang diinderakan atau dirasakan individu.
Menurut Gibson persepsi yaitu suatu proses pengenalan maupun proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu.
Menurut Krech persepsi yaitu proses pemberian arti terhadaplingkungan oleh seorang individu.
Menurut Lindzey & Aronson persepsi yaitu mencakup konteks kehidupan sosial, sehingga dikenallah persepsi sosial. Persepsi social merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri seseorang yang bertujuan untuk mengetahui, menginterpretasi, dan mengevaluasi orang lain yang dipersepsi, baik mengenai sifatnya, kualitasnya, ataupun keadaan lain yang ada dalam diri orang yang dipersepsi sehingga terbentuk gambaran mengenai orang lain sebagai objek persepsi tersebut.
Jadi persepsi dapat disimpulkan bahwa proses diman terjadinya didalam diri individu dari pengelihatan sampai diterimanya rangsangan tersebut dan disadari oleh individu sehingga apa yang dilakukan dalam aktivitas sehari – hari melalui indera – indera yang dimiliki oleh masing – masing individu.
Adapun proses yang dilakukan oleh indera dapat menyebabkan persepsi dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
1. Persepsi Visual yang didapatkan dari indera penglihatan.Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan mempengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya.[1] Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari.
2. Persepsi Auditori yang didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga.
3. Persepsi Perabaan yang didapatkan dari indera taktil yaitu kulit.
4. Persepsi Penciuman atau olfaktori yang didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung.
5. Persepsi Pengecapan atau rasa yang didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.
Sebagai contoh dalam kehidupan sehari – hari menurut Feldman yaitu persepsi mahasiswa terhadap profesi pendidik adalah suatu aktivitas mental mahasiswa dalam proses pengorganisasian dan penerjemahan kesan-kesan, penilaian, dan pendapat dalam merasakan serta menginterpretasikan profesi pendidik berdasarkan informasi yang ditampilkan orang yang berprofesi sebagai pendidik. Persepsi mahasiswa terhadap profesi pendidik itu berbeda untuk masing-masing mahasiswa sesuai dengan hasil pengalaman mahasiswa tersebut, latar pendidikan, dan karakter psikologi.
Adapun komponen-komponennya adalah sebagai berikut:
1. Sikap positif terhadap profesi pendidik.
2. Persepsi terhadap kepentingan profesi pendidik.
3. Persepsi terhadap pengharapan.
4. Latar belakang profesi pendidik.
5. Landasan profesi pendidik.
6. Tanggung jawab terhadap profesi pendidik.
7. Profesi pendidik berorientasi pada pelayanan.
8. Profesi pendidik selalu dibutuhkan.
9. Profesi pendidik memerlukan kedisiplinan.
Referensi :
id.wikipedia.org/wiki/Persepsi
id.shvoong.com/social-sciences/psychology/1837978-definisi-persepsi/
www.infoskripsi.com/Theory/Teori-Cara-Pengukuran-Persepsi-Mahasiswa-Terhadap-Profesi-Pendidik.html
PENGERTIAN PERSEPSI DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI
Menurut beberapa ahli mencoba mendefinisikan tentang Persepsi :
Menurut Bimo Waligito persepsi yaitu proses yang terjadi di dalam diri individu yang dimulai dengan diterimanya rangsang, sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya.
Menurut Davidoff persepsi yaitu proses pengorganisasian dan penginterpretasian terhadap stimulus oleh organisme atau individu sehingga didapat sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri individu.
Menurut Bower persepsi yaitu interpretasi tentang apa yang diinderakan atau dirasakan individu.
Menurut Gibson persepsi yaitu suatu proses pengenalan maupun proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu.
Menurut Krech persepsi yaitu proses pemberian arti terhadaplingkungan oleh seorang individu.
Menurut Lindzey & Aronson persepsi yaitu mencakup konteks kehidupan sosial, sehingga dikenallah persepsi sosial. Persepsi social merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri seseorang yang bertujuan untuk mengetahui, menginterpretasi, dan mengevaluasi orang lain yang dipersepsi, baik mengenai sifatnya, kualitasnya, ataupun keadaan lain yang ada dalam diri orang yang dipersepsi sehingga terbentuk gambaran mengenai orang lain sebagai objek persepsi tersebut.
Jadi persepsi dapat disimpulkan bahwa proses diman terjadinya didalam diri individu dari pengelihatan sampai diterimanya rangsangan tersebut dan disadari oleh individu sehingga apa yang dilakukan dalam aktivitas sehari – hari melalui indera – indera yang dimiliki oleh masing – masing individu.
Adapun proses yang dilakukan oleh indera dapat menyebabkan persepsi dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
1. Persepsi Visual yang didapatkan dari indera penglihatan.Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan mempengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya.[1] Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari.
2. Persepsi Auditori yang didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga.
3. Persepsi Perabaan yang didapatkan dari indera taktil yaitu kulit.
4. Persepsi Penciuman atau olfaktori yang didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung.
5. Persepsi Pengecapan atau rasa yang didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.
Sebagai contoh dalam kehidupan sehari – hari menurut Feldman yaitu persepsi mahasiswa terhadap profesi pendidik adalah suatu aktivitas mental mahasiswa dalam proses pengorganisasian dan penerjemahan kesan-kesan, penilaian, dan pendapat dalam merasakan serta menginterpretasikan profesi pendidik berdasarkan informasi yang ditampilkan orang yang berprofesi sebagai pendidik. Persepsi mahasiswa terhadap profesi pendidik itu berbeda untuk masing-masing mahasiswa sesuai dengan hasil pengalaman mahasiswa tersebut, latar pendidikan, dan karakter psikologi.
Adapun komponen-komponennya adalah sebagai berikut:
1. Sikap positif terhadap profesi pendidik.
2. Persepsi terhadap kepentingan profesi pendidik.
3. Persepsi terhadap pengharapan.
4. Latar belakang profesi pendidik.
5. Landasan profesi pendidik.
6. Tanggung jawab terhadap profesi pendidik.
7. Profesi pendidik berorientasi pada pelayanan.
8. Profesi pendidik selalu dibutuhkan.
9. Profesi pendidik memerlukan kedisiplinan.
Referensi :
id.wikipedia.org/wiki/Persepsi
id.shvoong.com/social-sciences/psychology/1837978-definisi-persepsi/
www.infoskripsi.com/Theory/Teori-Cara-Pengukuran-Persepsi-Mahasiswa-Terhadap-Profesi-Pendidik.html
Langganan:
Postingan (Atom)